MALALAK- Gempa kuat yang mengguncang Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Siswa yang sedang mengikuti pelajaran langsung berhamburan keluar menyelamatkan diri.
Untuk menghindari reruntuhan bangunan, para siswa terlihat jatuh bangun untuk menyelamatkan diri. Pekikan suara minta tolong dari beberapa ruang bangunan sekolah yang hancur terdengar.
Ternyata ada beberapa siswa SD Negeri 04 Toboh, Agam, yang terjebak di dalam ruangan kelas. Beberapa teman-teman mereka di sekolah tersebut mengambil dan berusaha menyibakkan beberapa puing-puing bangunan.
Dengan kecekatan, dokter kecil dan beberapa temannya yang terjebak dalam reruntuhan berhasil mengevakuasi korban. Sesampai di ruang terbuka, dokter-dokter kecil ini memberikan pertolongan pertama kepada korban. Tangis rasa sakit memecah kepanikan para warga yang sedang evakuasi.
Eitss.. jangan salah dulu. Tragedi ini bukanlah peristiwa sebenarnya. Kejadian ini merupakan bagian dari pengenalan gempa bumi terhadap para siswa di tingkatan paling dasar.
Syafrizaldi, Proram Manajer Field Indonesia, kepada okezone, mengatakan pengenalan bencana ini sudah dilakukan sejak Mei sampai Juni. Ini dimaksud untuk menyiapkan siswa untuk tanggap bencana.
"Ada sejumlah tahap unfuk kegiatan ini. Pertama, Training of Trainer (TOT) yakni melatih 50 orang guru, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Palang Merah Indonesia," kata Syafrizaldi saat mengikuti acara Simulasi di SD Toboh di Malalak, Sabtu (4/6/2001).
Guru yang mendapat TOT tersebut melatih siswanya dan dilanjutkan pelatihan P3K oleh PMI Cabang Kabupaten Agam. Baru kemudian digelar simulasi, "Kegiatan ini diikuti 21 Sekola Dasar se-Kecamatan Malalak dan melibatkan 1.000 siswa," ujarnya.
Dila Sartika Sari, siswa SDN 04 Toboh, kelas 4 yang menjadi dokter kecil mengaku sangat senang simulasi ini. Karena pengalamannya saat gempa 30 September 2009 lalu, banyak korban di daerahnya yang meninggal.
"Saya mendapat ilmu mengobati teman-teman luka, kami ada 10 orang yang menjadi dokter kecil," katanya.
(kem)