Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BNPB Gelar Simulasi Kesiapan Gempa 8,9 SR di Sumbar

Rus Akbar , Jurnalis-Rabu, 22 Juni 2011 |11:37 WIB
BNPB Gelar Simulasi Kesiapan Gempa 8,9 SR di Sumbar
Ilustrasi gempa bumi di Padang, Sumbar, pada 2009. (Foto: Reuters)
A
A
A

PADANG- Berdasarkan penelitan para ahli, Sumatera Barat merupakan salah satu wilayah yang berisiko diguncang gempa bumi dengan magnitude 8,9 Skala Richter dan memicu terjadi tsunami.

“Gempa besar ini merupakan siklus 200 tahunan. Gempa megatrusth berdasarkan catatan para ahli sudah terjadi pada tahun 1300, 1600 dan 1800. Ini perkiraan atau kemungkinan terburuk,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif, saat membuka Lokakarya dan Gladi Pos Komando menghadapi ancaman bencana gempa bumi dan tsunami Sumatera Barat di Hotel Pangeran Beach, Jalan Juanda, Padang, Rabu (22/6/2011).

Syamsul melanjutkan, simulasi diskenarionkan jika pemerintah daerah tidak dalam kondisi kolaps akibat gempa. “Kondisi topografi di Sumatera Barat saat ini minim sarana dan prasarana evakuasi, seperti transportasi, jalur evakuasi, dan gedung tinggi. Ditambah kekuatan bangunan terhadap gempa bumi masih minim,” beber Syamsul.

Diharapkan setelah simulasi kesiapan ini, pemerintah dan masyarakat akan lebih maksimal terutama dalam melakukan evakuasi mandiri. “Potensi terjadinya korban jiwa yang tinggi serta kerusakan dan kerugian dari sisi ekonomi, sosial, psikologis, dan lingkungan jadi bisa diminimalisir,” urainya.

Untuk memperkecil risiko bencana, lanjut Syamsul, diperlukan kebijakan di semua tingkatakan baik pusat maupun daerah. Seperti kebijakan tata ruang dan upaya-upaya mitigasi lainnya.

Untuk itu BNPB menggelar Geladi Posko Komando dan simulasi bencana kedaruratan. “Simulasi diskenariokan terjadi gempa 8,9 SR dan Pemerintah Sumatera Barat tidak kolaps. Ini untuk meningkatkan kesadaran para pemangku kepentingan baik pemerintah maupun non-pemerintah mulai dari tingkat pusat, provinsi sampai kabupaten,” terangnya.

Gladi Posko Komando dan simulasi akan digelar pada 23 sampai 24 Juni 2011. Peserta simulasi adalah pejabat BNPB, Pemerintah Provinsi Sumbar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat kabupaten/kota, Pemkab dan Pemkot di Sumbar, serta lembaga non-pemerintah terkait.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement