JAKARTA – Pada 28-30 Juli mendatang, Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN) akan menggelar kongres keempat di Yogyakarta. Sederet nama yang membidik posisi ketua pun terus bermunculan.
Dari sederet figur yang muncul, nama Kuntum Basa cukup dijagokan untuk menduduki jabatan tersebut menggantikan Rizki Sadiq. Kuntum dinilai memiliki kapabilitas dan integritas cukup baik. Pencalonan Kuntum pun mandapat dukungan dari sejumlah alumni UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
“Pencalonan Kuntum Basa jadi Ketum DPP BM PAN saya pikir bagian dari aktualisasi keilmuan dan kapasitas Kuntum sebagai Kader Ciputat. Bagaimanapun Ciputat merupakan laboratorium politik yang efektif dan siap memproduksi kader-kader terbaiknya di kancah nasional,” kata pengamat politik Fachry Ali dalam rilis yang diterima okezone, Sabtu (23/7/2011).
Alumnus UIN Jakarta ini menambahkan, sudah saatnya BM PAN menjadi sayap politik yang tidak politis, sehingga mampu menjadi kekuatan baru bagi kader muda PAN untuk memaksimalkan perannya sebagai kekuatan civil society.
“Salah satu cara adalah menjadikan kalangan aktivis untuk memimpin BM PAN sehingga ini menjadi jawaban atas ketakutan PAN dalam menghadapi parlemantery treshood pada Pemilu 2014” tandas Fachry.
Sementara itu, budayawan Nahdlatul Ulama (NU) Abdul Idris berpendapat, Kuntum adalah anak muda yang berjiwa santri. Idris tak meragukan intlektualitas dan kadar religiusitas Kuntum. Bahkan, menjadi Ketua Umum DPP BM PAN adalah pekerjaan yang amat ringan bagi Kuntum.
“Predikat santri yang dia miliki seharusnya mampu berbuat lebih dengan menjadikan PAN sebagai partai istiqomah yang menjalankan amanat bangsa, bukan amanat pimpinan,” imbuh Idris yang juga alumni UIN Jakarta.
(teb)