tragedi sukhoi

MUI: Pengemis Ada karena Negara Gagal

Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
Minggu, 31 Juli 2011 12:33 wib

JAKARTA- Pemandangan pengemis di Ibu kota Jakarta bisa terlihat hampir di sudut-sudut kota. Mulai dari terminal, lampu merah, stasiun hingga tempat-tempat ibadah. Menjelang bulan Ramadan jumlah pengemis pun semakin meningkat.

Di tengah himpitan ekonomi, menjadi pengemis menjadi satu pilihan bagi sebagian orang. Pasalnya penghasilan yang diperoleh dari mengemis terbilang sangat menjanjikan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Amidhan melihat, ada orang yang sengaja menjadikan pengemis sebagai usaha jalan pintas mencari uang. “Mereka berpendapatan Rp15.000 sampai Rp100.000, ini berarti usaha yang sangat menjanjikan,” kata Amidhan kepada okezone, Minggu (31/7/2011).

Amidhan menegaskan, kehadiran pengemis disebabkan salah satunya karena kegagalan negara untuk mensejahterakan rakyatnya. “Bagaimana pun pemerintah harus mensejahterakan rakyatnya,’ kata Amidhan.

Untuk mengatasi fenomena pengemis, Amidhan mengungkapkan ada sejumlah hal yang harus dilakukan. Pertama, pemerintah, khususnya pemerintah provinsi DKI Jakarta harus benar-benar melaksanakan aturan yang mengatur tentang pengemis secara tegas. Kedua, perlu adanya pencerahan dari ulama setempat. “Dai harus menimbau kepada masyarakat harusnya tangan di atas lebih utama. Yang memberi, lebih baik daripada yang mengadah,” kata Amidhan.

Namun demikian, Amidhan mengungkapkan, untuk memberi sebaiknya jangan dilakukan di jalan-jalan raya. Tapi sebaiknya melalui saluran-saluran yang telah ada, seperti melalui masjid.
(ugo)

  • Handoko » 0 Tanggapan
    jangan memvonis seperti itu. Negara besar seperti Amerika aja ada juga Gepeng nya, gepeng adalah salah satu lapisan sosial yang memang ada untuk mengingatkan anda agar mau berbagi hasil "penjualan" sertifikat "halal" anda. Jika anda lebih peduli pada masyarakat sekeliling anda bagilah tabungan haji dan umrah untuk org2 yang membutuhkan disekeliling anda
    Beri Tanggapan Laporkan
  • gw » 0 Tanggapan
    Halahh ngawur lo...gw neh tinggal diaustralia...salah satu negara makmur didunia...tetep ada koq yg ngemis minta2...bukan negara yg gagal...tp emang mental dr sono nya yg ud mental dijajah dan manja... Mana mgkn jd pengemis sich kalo mau brusaha? Pemulung,tukang parkir liar,pdgangan,kernek??? Tuh contoh2 org2 yg gak punya keahlian tp mau brusaha.... Tetep mrk gak milih jd pngemis toch??? Ubah tuh mental2 org2 kyk gt...kalo kasih ceramah di m****d skali2 hrs diubah mind setnya jemaah2... Biar gak mental kripik dan mental manja...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Asep guncoro dpd » 0 Tanggapan
    Kayanya pejabat takut. Jangan takut mereka hanya minta kalaw di kasih kalaw ga dikasih ga bakalan maksa. Lagian uang seribu ga ada artinya kan buat bejabat?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Fathur » 1 Tanggapan
    Jangan selalu menyudutkan pemerintah, Pak k**i Coba Anda juga berkaca, bahwa kemiskinan juga menjadi indikasi gagalnya fungsi MUI sebagai pengayom masyarakat, pendidik masyarakat, dan penjaga moral masyarakat yang mayoritas m****m Silakan berkaca!!!!
    • wahyudi
      setuju bro.... kalau Ketua MUInya asal ngomong nanti fatwanya nggak digubris....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Shandz » 0 Tanggapan
    Negara GAGAL... Rakyat Hancur... Koruptor MERDEKA... Pejabat TERTAWA... Itulah INDONESIA...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.