JAKARTA - Kendati Marzuki Alie sering melontarkan pernyataan kontroversial, namun hal itu tidak serta merta bisa dijadikan alasan mencopotnya dari kursi Ketua DPR.
Pengamat politik dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Sebastian Salang menilai Marzuki Alie masih layak menduduki posisi pimpinan DPR. "Tak ada alasan yang kuat untuk me-reshufle ketua DPR. Saya nggak melihat dari pernyataan ini bisa di-reshuffle," katanya saat dihubungi okezone, Selasa (2/8/2011).
Diakui Sebastian, pernyataan Marzukie ke publik memang sering menimbulkan kontroversi dan logikanya memang berantakan. Sehingga wajar saja bila ada LSM yang menuntutnya. "Itu memang bisa dikritisi dan digugat, LSM itu sah-sah saja melakukan itu," katanya.
Sambung Sebastian, kinerja Badan Kehormatan (BK) juga kurang pro aktif, mengingat Marzuki sudah berkali-kali diadukan ke BK namun tak ada hasil yang jelas. "Dia (Marzuki) memang sudah berkali-kali diadukan ke BK. Tapi apa iya percaya juga BK bekerja, soal Nazaruddin saja gak selesai-selesai. Ini jauh-lah kalau sampai di reshuffle," terangnya.
Dalam sejarah parlemen di Indonesia, diterangkan Sebastian, tak ada ketua DPR RI yang pernah dicopot. Itu pun bila diminta mundur oleh partai di mana ia bernaung. "Untuk sejarah seperti itu belum ada. Kecuali partainya yang menarik dia tapi apa iya? Menurut saya itu gak mungkin," jelasnya.
Satu lagi, lanjut Sebastian, menurutnya ketua DPR bisa digantikan bila dia ditarik dari partai. Khusus Marzuki, Sebastian memastikan tidak akan di reshuffle karena partai yang menaungi Marzuki tak mampu mengurusi kader-nya yang lain yang lebih bermasalah, yaitu Muhammad Nazaruddin. "Mana mungkin Partai Demokrat me-reshuffle dia, sama Nazaruddin saja gak berani," sambungnya.
Menurut Sebastian, pergantian Ketua DPR itu harus dari dirinya sendiri atau dengan paripurna luar biasa. "Tapi yang ini saya rasa gak mungkin," tegasnya. Tambahnya, pergantian Ketua DPR juga bisa dilakukan bila terbukti menyalahi kode etik. "Yang jelas pergantian ketua DPR itu belum pernah ada. Bisa di-reshuffle kalau di BK dia terbukti salah dalam kode etik," terangnya.
Soal pernyataan-pernyataan dari Marzuki, Sebastian mengatakan agar Marzuki belajar dari pengalaman. Dia harus bisa lebih baik mengelola pernyataan-pernyataannya.
Kritik dan kecaman ini jadi pelajaran yang penting untuk dia. Harusnya dia belajar dari kecaman publik tadi, ini pelajaran buat dia. Dia kan punya tim komunikasi untuk me-manaje komunikasi publiknya," tegas Sebastian.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.