KENDAL - Dipicu rasa cemburu, seorang suami nekat menganiaya istri dan anaknya yang baru berusia empat tahun. Sang anak, Reza Saputra, diinjak perut dan dadanya, sedangkan istri, Dwi Kustiyani (31) dipukul wajah dan tubuhnya.
Usai menganiaya anak dan istrinya, pelaku Dwi Ardi Prasetya, langsung kabur. Kasus kekerasan dalam rumah tangga ini terjadi di sebuah rumah kos di Desa Sari Ejo Sekopek, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, pada Minggu malam.
Dwi Kustiyani merupakan Warga Bongsari, Semarang. Sementara Dwi Ardi warga Protomulyo Kaliwungu. Keduanya sudah mengarungi mahligai rumah tangga selama empat tahun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa penganiayaan terjadi pada Minggu malam, saat suami Dwi pulang dari tempat kerjanya di Semarang. Diduga cemburu lantaran istrinya kerap pulang sore hari, Dwi Ardi marah-marah dan menganiaya istrinya di rumah kos. Korban dijambak dan diseret ke dalam kamar kemudian dipukul.
Tak hanya itu, anak korban yang terbangun menjadi korban kebrutalan Dwi Ardi. Reza Saputra diinjak perut dan dadanya sebanyak dua kali. Beruntung penghuni kos lain sigap mengamankan sang anak.
Korban mengaku peringai suaminya kerap memukul sudah berlangsung lama. Tuduhan bahwa dirinya berhubungan dengan orang lain juga tidak benar. “Justru sebaliknya, dia yang kerap berhubungan dengan penghuni kos lainnya,” ujar Dwi Kustiyani, Senin (12/9/2011).
Korban mengaku anaknya sempat muntah dan kejang usai diinjak perut dan dadanya oleh ayahnya sendiri. Karena sudah tidak tahan dengan kelakuan suaminya yang kerap menganiaya dirinya, korban melaporkan kejadian ini ke Polres Kendal.
(Eddie Prayitno/SUN TV/ful)