tragedi sukhoi

Dipukul Oknum TNI, Pekerja Galangan Kapal Rusuh

Selasa, 20 September 2011 17:33 wib
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

BATAM - Gara gara seorang karyawan dipukul oknum TNI, ratusan pekerja PT Nexus Engginering dikawasan Kabil, Batam, marah dan membakar motor milik oknum TNI tersebut.  Selain membakar motor, pekerja juga merusak kantor dan klinik milik perusahaan.

Ratusan pekerja yang marah karena kawannya dipukul oknum TNI yang berjaga di PT Nexus, pada Selasa (20/9/2011) siang, melakukan aksi anarki dengan membakar motor GL Pro milik Zulkifli, oknum TNI yang diduga melakukan pemukulan terhadap Lubis, pekerja PT Nexsus tersebut.

Menurut Leonardus, satpam PT Nexus, kerusuhan berawal saat Lubis datang terlambat. Saat memasuki pintu gerbang, Lubis dicegat oleh satpam.  Petugas keamanan melarang Lubis masuk. Akibatnya perang mulut pun tak bisa dihindari.

“Dia (Lubis) datang terlambat. Dihentikan sama petugas jaga. Karena ribut ribut, petugas TNI yang jaga di sini datang dan membawanya ke pos di dalam,” kata Leonardus.

Saat berada di pos jaga itulah, kata Leonardus, pemukulan terjadi. Ditambahkan Leonardus, pekerja yang dipukul tersebut langsung keluar dalam kondisi babak belur. Sebelumnya, saat pemukulan berlangsung, ada pekerja yang melihat kejadian itu dan memberitahu pada pekerja lainnya.

“Tiba tiba saja ratusan karyawan yang siap beraktivitas langsung berlarian ke arah  pos jaga dan mengamuk. Mereka memecahkan kaca sambil berteriak bakar, bakar,” jelasnya.

Pekerja yang sudah marah mengejar oknum TNI tersebut yang lari ke arah jalan raya. Selain itu, pekerja juga mengejar para satpam. Karena keburu kabur, para pekerja kemudian membakar motor milik oknum TNI yang terparkir di samping pos jaga.

Selain merobohkan pos satpam, pekerja yang terlanjur emosi juga membakar peralatan kantor dan memecahkan kaca. Kerusuhan dapat dikendalikan setelah satuan Sabhara dari Polresta Barelang turun dan mengamankan para pekerja.
(Gusti Yennosa/Global/ful)

  • damang meiji » 0 Tanggapan
    yang rugi juga para pekerjanya sendiri,, alat pada rusak pekerjaan jelas mangkrak... gak kerja mana dapet tuh duit... ough b***h nya..!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • aji surait » 1 Tanggapan
    LAGI LAGI main hakim sendiri. kan bisa diselesaikan secara baik baik. kalo memang bersalah kan ada yang berwenang. kalo main rusak akhirnya banyak yang di rugikan
    • munajad
      itu bukti ketidak percayaan masyarakat terhadap aparat, yang berwenang ya temennya juga pasti dibelain
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.