tragedi sukhoi

Duel Lawan Komodo, Anggota Polhut Luka Parah

Rohmat - Okezone
Senin, 26 September 2011 02:04 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

DENPASAR - Anggota polisi hutan (Polhut) Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat Pusat Denpasar setelah bertarung dengan seekor komodo hingga terluka parah.

Anggota Polhut yang diketahui bernama Marjuki (51), itu bersimbah darah setelah kaki kirinya digigit reptil buas tersebut.

"Kejadianya hari Sabtu 24 September di wilayah Resor Loh Baru," kata Kepala Balai Taman Nasional Sustyo Irianto dihubungi okezone, Minggu, (25/9/2011).

Pihaknya langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Labuan Bajo untuk perawatan sementara. Namun karena lukanya cukup parah dan tidak ada fasilitas medis yang mendukung sehingga diterbangkan ke RS Sanglah, Denpasar,

Sekira pukul 18.26 Wita, Korban langsung mendapat perawatan intensif di Instalasi Rawat Darurat (IRD). "Korban masih perlu dioperasi ulang untuk pembersihan bakterinya," imbuh Sustyo.

Disela menjalani perawatan di Ruang Ratna, korban sempat menceritakan bagaimana dirinya sempat duel dengan hewan buas tersebut. Marjuki mengisahkan, saat itu ia tengah berjaga saat ada syuting film dari orang Afrika Selatan. Saat perjalanan ke resort persisnya di tempat air didatangi seekor komodo.

Komodo langsung menyerang dan pria yang telah 30 tahun bekerja di taman Komodo berusaha melawan dengan menggunakan tongkat, namun kalah cepat sehingga kaki kirinya digigit hewan purba itu.

Korban berteriak minta tolong namun komodo buas itu tak mau melepaskan gigitannya sampai kemudian rekan-rekan korban lainnya datang membantu untuk mengusir hewan carnivora itu.

"Saya sempat pingsan lalu ditolong teman-teman ada juga wisatawan asing ikut menyelamatkan saya," cerita Marjuki. Akibat luka gigitan hewan itu bisa membahayakan karena berbisa sehingga korban harus dioperasi.

Insiden tersebut tidak sampai mempengaruhi kunjungan wisatawan dan aktivitas tempat populasi terbesar di dunia itu tetap berjalan normal.





(fer)

  • amale » 0 Tanggapan
    jangan anggap sepele, kaji esensi masalahnya, di solo juga ada singa lepas. semua orang harus lebih hati2. rawat pak Marjuki se baik2 nya, beri kompensasi buat keluarganya.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Fiki » 0 Tanggapan
    cepat sembuh yah Pak Marzuki, terus jaga kelestarian dan kesejahteraan komodo di taman nasional yah. semoga dedikasi bapak terhadap komodo menjadi amal ibadah untuk bapak sendiri, AMIIN
    Beri Tanggapan Laporkan
  • made miasa » 0 Tanggapan
    Kasian . . . jangan kapok Pak. Itu adalah bagian dari resiko bekerja di rumahnya komodo. Lebih hati lagi dan semoga cepat pulih kesehatannya.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Arzi Arzuna Cipta-ismaya » 0 Tanggapan
    mgp bisa trjdi hal spt itu? apa sngaja sdg mngadakan duel hiburan? spt Gladiator d zaman Romawi dulu...???
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.