tragedi sukhoi

Tolak Cerai, Suami Siram Istri dengan Air Keras Hingga Tewas

Rabu, 5 Oktober 2011 05:00 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

MALANG - Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi korban kekerasan yang dilakukan suaminya sendiri. Korban tewas akibat siraman air keras yang mengenai wajah hingga perutnya. Kini polisi masih mengejar pelaku, yang kabur sesaat usai peristiwa ini.

Ari Indarti, 28 tahun, warga Jalan Pisang Candi II, Sesa Kendalapayak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tewas di rumah sakit akibat luka bakar di bagian wajah hingga perutnya.

Menurut saksi mata, Mankasri, peristiwa bermula dari pertengkaran korban dengan suaminya, Joko Mardianto (30 tahun) di sekolah anaknya. Usai cekcok, Joko mengejar korban hingga di garasi rumah warga.

Joko kemudian menyiram air keras yang telah dipersiapkan ke korban. Meski saat itu korban berusaha berlindung di mobil warga, korban akhirnya tewas saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Ben Mari Pakisaji.

”Saat itu dikejar suaminnya hinga ke garasi rumah,” kata Mankasri, Selasa (4/10/2011).

Sementara itu, diduga kuat motif pelaku menyerang istrinya hingga tewas ini lantaran pelaku menolak persidangan perceraian dengan korban yang akan berlangsung besok. Korban meminta cerai karena sebelumnya pelaku sering melakukan  kekerasan dan pernah dilaporkan ke polisi hingga dua kali dengan kasus yang sama.

Hingga saat ini petugas kepolisian masih mengejar pelaku yang kabur menggunakan motor sesaat usai menyiram istrinya dengan air keras.
(Tutus Sugiarto/SUN TV/abe)