DENPASAR- Muhammad Arif Hamzah (35), narapidana yang menghuni Lapas Kerobokan, Bali, akhirnya tewas. Korban terlibat bentrokan antar-napi pada Selasa 4 Oktober petang.
"Saat tiba di rumah sakit Selasa malam, korban dalam keadaan koma dan tadi pagi korban meninggal dunia," ujar Kepala Bagian Forensik Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar dr Ida Bagus Alit kepada wartawan, Rabu (5/10/2011).
Tim medis telah melakukan pemeriksaan luar atau visum atas jasad korban yang merupakan tahanan kasus narkoba itu.
Dari hasil visum diketahui, korban tewas dengan luka lebam di sekujur tubuh yang disebabkan karena pukulan benda tumpul.
Luka di kepala korban sangat fatal dan itu yang menyebabkan nyawa penghuni sel Blok E, tidak bisa terselamatkan. "Kami baru sebatas melakukan visum, untuk memastikan penyebab kematiannya harus dilakukan autopsi," imbuh Alit.
Hanya saja, sampai saat ini belum ada permintaan autopsi dari Kepolisian sehingga jasad korban masih dititipkan di ruang jenazah sembari menunggu kedatangan pihak keluarga.
Seperti diketahui, Arif terluka parah setelah dikeroyok sesama napi lainnya kemarin. Para pelaku yang teridentifikasi tinggal di Blok A itu menganiaya korban hingga tak sadarkan diri.
Bentrokan dipicu perselisihan antara korban dan pelaku yang diduga dilatarbelakangi persoalan utang piutang. Petugas keamanan Lapas dibantu kepolisian berusaha menenangkan situasi agar aksi tersebut tidak meluas.
(Kemas Irawan Nurrachman)