tragedi sukhoi

Terobos Lampu Merah, Pelajar Dianiaya Polantas

Rabu, 5 Oktober 2011 20:19 wib
(foto:Taufikurrahman)
(foto:Taufikurrahman)

SAMPANG- Aksi arogan ditunjukkan oleh polisi di Kabupaten Sampang, Madura. Hanya karena menerobos lampu merah, seorang pelajar dianiya hingga luka-luka. Pelajar malang tersebut bernama Nasir (17) seorang siswa SMA Negeri 2 Sampang.

Nasir pun dilarikan ke RSUD Sampang guna mendapatkan pengobatan dari pihak medis setelah menjadi korban pemukulan dua oknum anggota polisi lalulintas setempat.
 
Peristiwa penganiayaan ini berawal saat korban hendak berangkat ke sekolah dan berboncengan dengan temannya. Sesampai di lampu merah dekat terminal Sampang, korban menerobos lampu merah tersebut.
 
Karena dinilai melanggar lalu lintas, dua anggota polisi lalu lintas yang sedang bertugas langsung mengejar. Menurut keterangan korban, dia akhirnya terjatuh karena dipepet. Setelah jatuh dari motornya, korban dipukuli dan diinjak oleh oknum polisi tersebut.
 
Akibatnya, korban menderita sejumlah luka-luka yakni  pada bagian dagu, siku lengan, serta lutut. Ironisnya, selain dipukuli hingga babak belur, korban masih juga ditilang. Korban membantah dirinya menerobos lampu merah. Menurutnya, saat itu lampu masih hijau.
 
Pihak keluarga korban menyayangkan tindakan dua oknum polisi ini dan nilai terlalu arogan.
 
Setelah mendapat perawatan di rumah sakit, Nasir sempat diperiksa unit provoost Polres Sampang terkait dugaan pemukulan oleh anggota polisi ini.
 
Sementara itu, Kasatlantas Polres Sampang, AKP Siti Maryatun, membantah anggotanya melakukan penganiayaan. Menurutnya, korban luka-luka karena terjatuh sendiri dari atas sepeda motornya setelah tersengol tidak sengaja oleh anggotanya di depan terminal Sampang.

Namun demikian, AKP Siti Maryatun memastikan, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan terkait kasus ini.

(Mohammad Taufikurrahman /SUN TV/ugo)

  • Angga » 0 Tanggapan
    Udah pada tau kelakuan pa polantas so jagoan, arogan, jln kya punya sndiri, mencari-cari kesalahan org, trus di palakin.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • petersambo » 0 Tanggapan
    kalau benar polantas tersebut memukul,itu memang tdk di benarkan.tapi si pelajar juga harus koreksi diri dan harus jujur,bahwa dia memang menerobos lampu merah.tapi itu lah sifat sebagian manusia yg tdk mau jujur trhdp diri sendiri.kamu pelajar harus tunjukkan sikap mu sebagai seorang terpelajar.kalau sudah begini,maka polisi selalu yg disalahkan.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • condet » 0 Tanggapan
    pa polisi jgn main pukul aja,anda terlalu arogan makanya hampir 90% masyarakat ga suka dgn muka lo yg so jagoan mirip koboi,anda yg sbgai aparat negara tau aturan dong mesti nya kasih tilang aja ,ini malah di gebokin kaya maling aja
    Beri Tanggapan Laporkan
  • egi-sugiarto » 0 Tanggapan
    Sudah terlalu banyak korban laka lantas; luka ringan,luka berat(patah tangankaki) bahkan meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, INGATLAH! Sudah sering kaliKecelakaan Lalu lintas terjadi sebagai akibat dari pelanggaran lalulintas yang katanya Hanya Pelanggaran(maslah kecil)tapi lihatlah akibat yang di timbulkan,,,,,,suatu saat mungkin saja bisa saja menimpa pada orang2 yang sangat kita cintai dan kita sayangi di sekitar kita,akibat ulah pelanggar.Mudah-mudahan mereka(para pelanggar) cepat2 kembali ke jalan yang benar dan di Ridhoi,amin
    Beri Tanggapan Laporkan
  • egi-sugiarto » 0 Tanggapan
    Sudah terlalu banyak korban laka lantas; luka ringan,luka berat(patah tangankaki) bahkan meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, INGATLAH! Sudah sering kaliKecelakaan Lalu lintas terjadi sebagai akibat dari pelanggaran lalulintas yang katanya Hanya Pelanggaran(maslah kecil)tapi lihatlah akibat yang di timbulkan,,,,,,suatu saat mungkin saja bisa saja menimpa pada orang2 yang sangat kita cintai dan kita sayangi di sekitar kita,akibat ulah pelanggar.Mudah-mudahan mereka(para pelanggar) cepat2 kembali ke jalan yang benar dan di Ridhoi,amin
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.