tragedi sukhoi

Pegiat HAM: Tak Ada Pilihan, Papua Harus Referendum

Misbahol Munir - Okezone
Kamis, 3 November 2011 13:01 wib
George Aditjondro (dok:okezone)
George Aditjondro (dok:okezone)

JAKARTA – Pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) George Junus Aditjondro menilai persoalan di Papua sudah sangat sulit untuk diselesaikan.

Karena itu, tidak ada pilihan lain, selain mengikuti gejolak tuntutan masyarakat Papua yang menginginkan Referendum. Dan secepatnya pemerintah Indonesia angkat kaki dari Tanah Papua.

"Hanya referendum yang dapat menentukan apakah orang Papua masih ingin menjadi bagian dari Indonesia atau tidak," ujar George saat peluncuran buku diskusi dalam peluncuran buku berjudul "West Papua: Persoalan Internasional", di Kontras, Jakarta, Kamis (3/11/2011).

Apalagi, menurut Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh, warga Papua tidak ingin lagi janji-janji muluk dari pemerintah.

Orang Papua, kata Ridha, hanya ingin agar apa yang diucapkan pemerintah jadi kenyataan di lapangan. "Warga Papua tak lagi butuh janji. Mereka butuh bukti," jelas Ridha.


(amr)

  • chaly » 0 Tanggapan
    masa lalu papua yg kelam olh kebengisan bangsa indonesia thdp masyarakat papua,shgga nasionalisme nga ada artinya buat org papua.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • alexander » 0 Tanggapan
    KARIM,,,, kamu bansa indonesia, jadi kamu tidak tau apa yang di rasakan oleh orang papua dan kamu harus tau baik-baik kami bukan bagian dari bangsa indonesia,, apa kesamaan dari bangsa indonesia dengan bangsa melanesia,? Kita punya rambut dan kulit beda jauh sekali dangan kamu jadi jangan perna bilang kalau papua tu bagian dari bangsa indonesia, banyak orang papua yang di bantai tapi apa yang kamu buat ,? kamu hanya menonton dan tertawa padahal kamu mengambil banyak kekayaan dari papua hanya untuk membangun indonesia dan indonesia bukan membangun papua tapi indonesia merusak dan membunuh orang papua hanya untuk mendapatkan kekayannya orang papua, Jadi kita orang papua mau bebas dari penderitan bangsa indonesia, kita akan tetap berjuang
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ABI » 0 Tanggapan
    dangkal banget cara berpikirnya.... orang yang memarahi orang lapar, mungkin juga sedang kelaparan, TETAPI IA LEBIH MEMILIH BERTAHAN DALAM KELAPARAN ASALKAN TIDAK MENJUAL HARGA DIRINYA, APALAGI HARGA DIRI BANGSA.....!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • pigai muye » 0 Tanggapan
    Tuhan memberkati para pegiat HAM, tetantang masalah dehumanisasi di Papua.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • wambarek » 0 Tanggapan
    Saya jadi heran yg banyak berkomentar soal Papua saat ini adalah org2 NON PAPUA YG TIDAK PERNAH ALAMI APA YG DIALAMI Orang Papua selama 50 thn ANEKSASI(Pencaplokan Kemerdekaan Papua 1 Desember 1961). Indonesia Negara ABU-ABU, Lambang Negara p*******a DIJIPLAK DARI Amerika, BENDERA dari Belanda YG WARNA BIRUnya DISOBEK! Dari Awalnya Negara ini sudah Abu-Abu Tinggal menunggu JADI HITAM alias.Mati/Bubar. TUHAN SUDAH MUAK dgn Negara b****b ini.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.