SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menilai, mantan Presiden RI ke-2 Soeharto seharusnya layak mendapat gelar sebagai pahlawan nasional.
Menurut Bibit, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, mantan penguasa Orde Baru itu telah banyak berjasa dalam proses pembangunan di Indonesia ini.
“Jadi kalau saya menilai, Pak Harto pantas sebagai pahlawan. Kita tidak bisa menutup mata atas jasa-jasa beliau,” ujarnya kemarin.
Mantan Pangkostrad ini mengaku tidak memahami model penilaian dari pemerintah pusat terkait pemberian gelar pahlawan tersebut. “Harusnya mikul dhuwur¸ mendhem jero (menjunjung tinggi para pendahulu, dan mengubur dalam-dalam kesalahan masa lalu),” paparnya.
Atas dasar itu, tegas dia, ke depan nama Soeharto akan terus diusulkan kepada pemerintah pusat, agar segera dianugerahi gelar pahlawan. “Pasti itu (usulkan). Dari dulu, sampai sekarang akan kita usulkan terus,” tegasnya.
Seperti diberitakan, nama mantan Presiden Soeharto maupun mantan Presiden Abdrurahman Wahid (Gus Dur), tahun ini tidak mendapat gelar pahlawan nasional.
Ketua Dewan Pemberi Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan RI Djoko Suyanto menyatakan bahwa kedua nama tersebut belum diusulkan oleh kelompok mana pun, sehingga belum masuk seleksi.
Anugerah pahlawan nasional diberikan kepada Syafruddin Prawiranegara, Idham Chalid, H Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka), Ki Sarmidi Mangunsarkoro,I Gusti Ketut Pudja, Sri Susuhunan Pakubuwono X, dan Ignatius Joseph Kasimo.
(Muhammad Slamet/Koran SI/amr)