JAKARTA - Seorang pensiunan guru, M Amir Hamzah tidak sepakat dengan penyebutan guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Bagi dia, saat ini guru tak lagi mengajarkan nilai-nilai kebaikan.
"Saya sangat sedih dengan lagu ‘hymne guru’ yang menyebut pahlawan tanpa tanda jasa. Apa jadinya kalau dibilang pahlawan saat ini," ujar Amir saat diskusi Polemik Sindo Radio bertema 'Apa dan Siapa Pahlawan', di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (12/11/2011).
Apa jadinya, kata dia, jika semua guru menjadi pahlawan, sebab maling pun memiliki guru. "Menjadi maling pun ada pendidikannya," pungkasnya.
Menurut dia, saat ini makna pahlawan mengalami penurunan dan penyempitan. Baginya jika seorang atlet dan penyanyi menjadi pahlawan, betapa banyaknya pahlawan yang dimiliki negara. Padahal kata dia, mereka bekerja sesuai dengan tugasnya. Sama halnya dengan guru.
Pahlawan itu, menurutnya adalah mereka yang berjuang dan berdedikasi terhadap kebaikan. Dan mereka disebut pahlawan setelah masa hidupnya lewat. Dan itu penilaian datang dari orang lain.
"Semua atlet, penyanyi muncul terus. Apa jadinya kalau muncul terus. Jangan dianggap kalau komunitas bisa menilai kelompoknya sendiri terus lantas dipanggil pahlawan," jelas Amir.
(amr)