MEDAN - Suryanti masih terbaring lemah di rumah kontrakannya di Jalan T Hasyim, Kelurahan Bandarsono, Kecamatan Padang Hulu, Kabupaten Tebingtinggi, Sumatera Utara. Meski usianya terbilang muda, namun kondisi fisik perempuan ini seakan sudah berusia 70 tahunan.
Dokter menduga perempuan berusia 20 tahun itu menderita lupus. “Kalau kata dokter yang mengobati, anak saya ini kena gejala lupus,” ujar Ratna Dewi, ibu Suryanti, dikediamannya, Sabtu (19/11/2011).
Ratna menjelaskan, sekira empat bulan lalu Suryanti mengeluhkan tubuhnya lemah. Takut terjadi sesuatu, Ratna membawa anaknya ke sebuah rumah sakit di Tebingtinggi dan sempat dirawat inap selama dua hari. Dokter saat itu mendiagnosa Suryanti terkena tipus.
“Setelah pulang dari rumah sakit, dia sakit lagi. Dia bilang badannya sakit, lemas dan susah digerakkan,” urai Ratna.
Sejak itu, tubuh Suryanti semakin mengering dan berat badannya terus menurun. Akibatnya, anak ketiga dari lima bersaudara itu terpaksa meninggalkan pekerjaannya. Apalagi, kondisi fisik Suryanti seperti sosok yang sudah berusia lanjut. Kulitnya keriput serta tumbuh bintik-bintik hitam. Rambutnya pun rontok dan memutih.
Ratna yang sudah tidak bersuami itu mengaku keluarga terus mengupayakan kesembuhan Suryanti. Namun lantaran terbentur biaya, dia terpaksa dirawat jalan. Dari sanalah, Ratna mengetahui kalau buah hatinya mengidap gejala penyakit lupus (Lupus Eritomatosus Sistemik).
“Kami bawa berobat ke Medan, tapi karena biayanya mahal jadi dirawat jalan. 10 hari sekali baru periksa. Jadi kalau ada yang mau bantu, kami sangat berterima kasih. Ayahnya juga sudah lama meninggal,” keluhnya.
Sementara itu, Surianti yang memiliki nama Tionghoa Li Sing itu hanya menghabiskan waktu di dalam rumah. Keluarga mengaku semenjak kondisi fisiknya berubah drastis, dia malu berinteraksi dengan orang lain.
(ton)