Malam 1 Suro Sepeda Pun Dimandikan Air Kembang

(Foto:Nugroho)

Malam 1 Suro Sepeda Pun Dimandikan Air Kembang
SEMARANG- Tak hanya keris atau batu akik saja yang dimandikan atau dijamas dalam malam Satu Suro ini. Di Semarang Sepda tua atau sepeda ontel pun dijamas oleh para pemiliknya.

Dua orang anggota Semarang Onthel Club (SOC), Minggu (27/11/2011) dini hari mengikuti ritual jamasan di malam satu Suro. Mereka menjamas sepeda tua yang telah dimiliki secara turun temurun dalam keluarga mereka. Diawali dengan mengarak air jamasan yang diambil dari 8 mata air berbeda, sesepuh SOC melakukan ritual jamas untuk kedau sepeda itu.

Doa kepada yang kuasapun tak lupa dipanjatkan oleh Mbah Harsono yang mengawali proses jamasan tersebut.

Menurut seorang pengurus SOC, Kartono, jamasan ini selalu dilakukan setuap tahunnya dengan memandikan sepeda onthel yang berbeda."Tahun ini kami menjamas sepeda milik saya sendiri dan milik Bapak Kariyadi, ini sangat kebetulan sekali, sepeda yang dijamas adalah sepasang. Sepeda milik saya adalah sepeda perempuan yang satunya sepeda laki - laki," kata Kartono.

"Sepeda milik Bapak Kariadi mungkin salah satu sepeda tertua di SOC, cerita punya cerita sepeda itu dibeli seharga Rp20.000 tahun 1938 oleh orang tua beliau. Hingga kini sepeda masih dalam kondisi bagus. Sedangkan sepeda saya tidak begitu tua, tapi selalu mendatangkan rezeki dan pengalaman yang tak terlupakan, seperti misalnya sepeda ini selalu saja disewa untuk artis ibu kota, salah satunya Luna Maya lho mas,"cerita Kartono sambil tersenyum bangga.

Dino, pengurus SOC lainnya bercerita bahwa penjamasan juga diharapkan dapat membuat tali persaudaraan di club mereka itu kekal. "Kami berharap dengan ritual ini makin baik saja hubugan antara anggota kami dengan sesama anggota. Tentu saja kami juga berharap hubungan baik selalu terjaga dengan mereka yang bukan anggota SOC," ujar Dino.

Dia juga mengingatkan bahwa ritual yang dilakukan pada malam satu suro i ni bukanlah sesuatu yang berbau kleni atau bahkan untuk menduakan yang Esa."Apa yang kita lakukan ini mas, murni karena kita merasa perlu melakkan sesuatu untuk hanya sekedar berterima kasih kepada sepeda sepeda kami yang telah menajdi salah satu sarana dalam mencari rezeki. Selain itu, dia juga hanya ingin melestrikan budaya lama yang telah dilakukan moyang kami sebelumnya," tambah Dino.

Malam ini, sekira 30 sepeda tua datang di kawasan Tugu Muda, tepatnya di depan gedung Lawang Sewu. Mereka memilih lokasi ini karena di sini sarat dengan peristiwa bersejarah dan sakral. Puluhan anggota SOC kemudian duduk bersila di trotoar jalan sambil menyalakan lilin untuk mendengarkam wejangan dari para sesepuh club yang berisi nasihat untuk kebaikan anggota.

Warga Kota Semrang yang kebetulan menghabiskan malam satu suro di sekitar areal Tugu Muda itu kadang ikut menyaksikan apa yang yang dilakukan oleh para anggota SOC itu. (ugo)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ahok Tak Otomatis Jadi Gubernur Gantikan Jokowi