SEMARANG- Aksi unjuk rasa yang dilakukan buruh di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), semakin bertambah tegang di siang hari. Kali ini ribuan buruh yang berasal dari Surakarta ikut nimbrung dalam aksi unjuk rasa tersebut.
"Saya bakar seragam saya ini karena saya kecewa dengan Provinsi Jawa Tengah. Kami buruh di Kota Surakarta hanya menerima UMK sebesar Rp864.500, sehingga kami menuntut perubahan angka itu, atau pendirian Provinsi Surakarta akan terwujud," seru Suharno, Ketua DPC SPSI 92 Surakarta, Selasa (29/11/2011).
Buruh Solo Raya termasuk Kota Surakarta tidak hanya menuntut kenaikan gaji, namun juga perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap nasib buruh.
"Solo kan masih Jawa Tengah juga, kenapa kami paling kecil UMK-nya?" ujar Suharno heran.
Selain membakar seragam mereka, buruh juga mencopot paksa tiang bendera Korpri yang terpasang untuk acara HUT Korpri. Ini merupakan dampak dari belum adanya tanggapan dari Pemprov Jateng.
"Saya benci abdi negara, saya benci abdi negara. Kenapa untuk menaikkan gaji PNS saja sampai ada kasus suap di Pemerintahan Kota Semarang, sedangkan untuk menaikkan gaji buruh, pemerintah sangat berat," seru para buruh.
Aksi bakar ini sudah tentu menyita perhatian petugas, namun mereka membiarkan saja aksi itu. Sementara itu, massa yang tidak bisa masuk ke dalam Kantor Gubernur Jateng, menutup Jalan Pahlawan.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.