JAKARTA - Polisi masih mendalami laporan penembakan terhadap tiga nelayan asal Riau, yang diduga dilakukan oleh Polisi Diraja Malaysia.
Kasat Polair Polres Bengkalis AKP Wilson Sidabutar mengungkapkan, pihaknya masih menunggu kondisi ketiga nelayan itu memungkinkan untuk dimintai keterangan. Saat ini mereka masih dirawat di rumah sakit di Pekanbaru, Riau.
“Masih dilidik, kami masih menunggu informasi dari mereka. Kan kondisinya sekarang belum memungkinkan, mereka masih trauma. Sebenarnya sudah bisa diajak komunikasi, tapi untuk dimintai keterangan soal penembakan, belum bisa,” ungkap Wilson saat dihubungi okezone, Senin (12/12/2011).
Karena itu, lanjut Wilson, pihaknya belum bisa memastikan apakah pelaku adalah polisi Malaysia atau bukan.
“Sejauh ini kami belum bisa menyimpulkan siapa pelakunya. Polisi Malaysia juga belum bisa dipastikan pelakunya,” sambungnya.
Hanya saja, dia memastikan saat penembakan, tiga nelayan itu masih di wilayah perairan Indonesia.
Seperti diketahui nelayan asal Rupat, Bengkalis, ditembak di Selat Malaka, pada Jumat pekan lalu.
Korban menjelaskan dari dialek bahasa yang mereka dengar, pelaku menggunakan bahasa Melayu Malaysia. Pelaku juga merampas kapal para nelayan.
Polisi menyebutkan pada Jumat lalu ketiga nelayan tersebut sedang menjaring ikan di Selat Malaka yang merupakan jalur perairan internasional menggunakan speedboat. Saat itu muncul perahu mengangkut dua orang bersenjata dan lansung memberondong para nelayan. Akibatnya tiga nelayan menderita luka tembak di lengan, dada, dan kaki.
Para pelaku langsung menyeburkan para nelayan ke laut dan merampas speedboat berserta isinya.
Setelah itu mereka langsung menjalani perawatan medis di sebuah puskesmas di Bengkalis. Namun karena peralatan tidak memadai, mereka dirujuk ke RS Eka Hospital, Pekanbaru, untuk pengambilan proyektil peluru.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.