JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, kembali menyampaikan kritik terkait masih lemahnya sistem demokrasi di Indonesia. Untuk bisa menyempurnakannya, agama yang mengedepankan ajaran moral dianggap menjadi solusi.
"Agama memiliki dua hal penting, yaitu membangun moral dan memiliki keteladanan. Islam ada Rasulullah, Krsiten ada Yesus, dan agama lain pastinya juga ada teladannya. Itu penting untuk bisa menyempurnakan demokrasi kita yang saat ini masih lemah," kata Kiai Said dalam siaran persnya kepada okezone di Jakarta, Rabu (14/12/2011).
Kiai Said juga mengatakan, demokrasi adalah pilihan yang rasional namun belum ideal. Terlebih demokrasi yang selama ini dijalankan di Indonesia masih kental aroma liberalisme ala Barat, yang sebaliknya menafikan peranan agama.
"Semua orang tahu dan mengakui kalau sistem demokrasi kita masih bejat. Tidak bisa dibayangkan seandainya tidak ada agama di dalamnya," tandas Kiai Said.
Umat Islam sendiri, terutama Nahdliyin, masih kata Kang Said, tetap menjunjung tinggi Pancasila sebagai Dasar Negara. Meski demikian Islam mengajarkan bagaimana Rasulullah SAW patut dijadikan teladan dalam kehidupan, tak terkecuali dalam berdemokrasi.
(ful)