tragedi sukhoi

Ketum PBNU: Agama Bisa Sempurnakan Sistem Demokrasi

Muhammad Saifullah - Okezone
Rabu, 14 Desember 2011 08:54 wib
KH Said Aqil Siraj (Foto: Dok Okezone)
KH Said Aqil Siraj (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, kembali menyampaikan kritik terkait masih lemahnya sistem demokrasi di Indonesia. Untuk bisa menyempurnakannya, agama yang mengedepankan ajaran moral dianggap menjadi solusi.
 
"Agama memiliki dua hal penting, yaitu membangun moral dan memiliki keteladanan. Islam ada Rasulullah, Krsiten ada Yesus, dan agama lain pastinya juga ada teladannya. Itu penting untuk bisa menyempurnakan demokrasi kita yang saat ini masih lemah," kata Kiai Said dalam siaran persnya kepada okezone di Jakarta, Rabu (14/12/2011).
 
Kiai Said juga mengatakan, demokrasi adalah pilihan yang rasional namun belum ideal. Terlebih demokrasi yang selama ini dijalankan di Indonesia masih kental aroma liberalisme ala Barat, yang sebaliknya menafikan peranan agama.
 
"Semua orang tahu dan mengakui kalau sistem demokrasi kita masih bejat. Tidak bisa dibayangkan seandainya tidak ada agama di dalamnya," tandas Kiai Said.
 
Umat Islam sendiri, terutama Nahdliyin, masih kata Kang Said, tetap menjunjung tinggi Pancasila sebagai Dasar Negara. Meski demikian Islam mengajarkan bagaimana Rasulullah SAW patut dijadikan teladan dalam kehidupan, tak terkecuali dalam berdemokrasi.

(ful)

  • jafar » 0 Tanggapan
    Justru Barat membangun Demokrasi adalah untuk menafikan peran Agama dalam kehidupan. Apalagi i***m yang notabene bertentangan dengan Demokrasi. Karena demokrasi menafikan a***h sabagai pemegang kedaulatan dan menyerahkannya kepada manusia, sehingga manusialah yang berhak untuk membuat Undang2 seenaknya. Dalam i***m kedaulatan ada di tangan a***h dan Dia lah yang berhak membuat Undang2 dengan Syariat i***m dan kekuasaan ada di tangan umat.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.