tragedi sukhoi

Boyolali Gelar Festival Sapi

Minggu, 18 Desember 2011 22:00 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

BOYOLALI - Untuk menghilangkan kesan negatif sapi-sapi asal Boyolali, Jawa Tengah, dan menghapus daerah terbesar pemasok daging sapi glonggongan, Pemkab Boyolali menggelar festival sapi. Festival diikuti  54 ekor sapi yang terbagi dalam dua kategori yaitu sapi sehat dan sapi seni. Kategori sapi sehat diperuntukkan khusus untuk sapi-sapi peliharaan yang juga diperah susunya.
 
“Festival sapi ini ditujukan agar orang tidak takut membeli sapi dari Boyolali. Dan Boyolali bukan penghasil daging glonggongan. Setiap kali kasus daging glonggongan muncul, maka selalu mengarah ke Boyolali. Padahal, daging itu belum tentu berasal dari Boyolali,” jelas Sekda Boyolali, Sri Ardiningsih saat membuka Festival sapi sehat di Lapangan Desa Pusporenggo, Kecamatan Musuk, Minggu (18/12/2011).
 
Diakui Sri Ardiningsih, tudingan Boyolali sebagai penghasil daging sapi glonggongan, cukup berpengaruh besar terhadap penjualan sapi-sapi asal Boyolali ke luar daerah.
 
Bahkan,tak jarang,sebelum sapi-sapi asal Boyolali bisa diterima di daerah lain,maka harus melalui tahap pemeriksaan kesehatan. Padahal,menurut Sri Adiningsih, proses penyembelihan sapi-sapi di Boyolali sudah melalui tahap-tahap prosedur penyembelihan.
 
Sri Adiningsih mengajak seluruh masyarakat Boyolali, utamanya peternak dan jagal memerangi daging glonggogan bersama- sama. Bila berniat menyembelih sapi, diminta untuk datang ke rumah pemotongan hewan (RPH) Ampel,Boyolali.
 
Upaya lain yaitu, membantu sistem kawin suntik serta pemberian insentif Rp500.000 untuk setiap seekor sapi bunting. Potensi ternak sapi meliputi ternak sapi perah sebanyak 62.480 ekor yang tersebar di Kecamatan Selo, Cepogo, Musuk, Ampel, Mojosongo dan Boyolali.
 
Sedangkan jumlah ternak sapi potong mencapai 87.9976 ekor tersebar di wilayah Kecamatan Sambi, Simo, Klego, Karanggede, Wonosegoro, Kemusu, Andong dan Nogosari. Boyolali memiliki andil besar dalam menunjang program swasembada daging sapi dan kerbau. Total jumlah kelahiran anak sapi potong mencapai 12.000 ekor/ tahun.
 
“Kami juga mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan menyetop penyembelihan sapi betina.”pungkasnya.

(Bramantyo/Sindoradio/abe)