nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Daging Sapi Diduga Glonggongan Beredar di Sukoharjo

krjogja.com, Jurnalis · Kamis 09 Mei 2019 19:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 09 512 2053570 daging-sapi-diduga-glonggongan-beredar-di-sukoharjo-j7hfNnk2DL.jpg Petugas Tim Gabungan Melakukan Pemantauan di Pasar Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Menemukan Daging Sapi Diduga Glonggongan (foto: Wahyu Imam Ibadi/KRJogja)

SUKOHARJO - Daging sapi diduga glonggongan ditemukan petugas dari tim gabungan saat memantau kebutuhan pokok saat awal puasa Ramadan di Pasar Kartasura, Kamis (9/5/2019). Petugas mengimbau pada masyarakat untuk selektif saat membeli daging sapi.

Sedangkan hasil pemantauan lainnya petugas menemukan ada kenaikan harga pada beberapa kebutuhan pokok pada kisaran Rp1.000 – Rp2.000 per kilogram. Meski demikian stok barang masih aman sampai Lebaran.

Baca Juga: Heboh Daging Babi Berlabel Halal, Ini Faktanya 

Tim gabungan yang terlibat dalam pemantauan yakni Dinas Pertanian dan Perikanan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Polres Sukoharjo, Bulog Telukan Grogol Sukoharjo dan Dinas Kesehatan Kabupaten. Petugas melakukan pemantauan di Pasar Kartasura dan gudang Bulog Kartasura.

Ilustrasi 

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti mengatakan, daging sapi yang diduga glonggongan tersebut ditemukan petugas di kios penjualan daging sapi lantai dua di Pasar Kartasura.

Petugas mencurigai daging yang dijual pedagang diduga glonggongan karena dilihat secara kasat mata banyak mengandung air, selain itu penempatan daging sapi saat dijual juga tidak digantung melainkan diletakan di meja.

Kecurigaan petugas semakin menjadi karena daging sapi hanya dijual pada kisaran harga Rp95 ribu per kilogram. Padahal idealnya harga daging sapi dipasaran sekitar Rp100 ribu – Rp115 ribu per kilogram. Curiga dengan keberadaan daging sapi diduga glonggongan membuat petugas semakin banyak meminta keterangan pedagang.

Hasilnya daging sapi didapat pedagang dari peternak atau pengepul di Ampel, Kabupaten Boyolali. Selain itu pada saat menjual pedagang juga tidak bisa menunjukan surat keterangan sehat sebagai syarat menjual daging sapi.

“Daging sapi yang dijual pedagang di Pasar Kartasura setelah kami pantau memang masih dalam kondisi basah dan ada indikasi glonggongan,” ujarnya.

Baca Juga: Nekat Oplos Daging Sapi dan Babi, 2 Pedagang di Gunungkidul Ditangkap 

Petugas atas temuan tersebut meminta kepada pedagang untuk menjual daging sapi sesuai ketentuan. Artinya pada saat dijual digantung dengan tujuan mengurangi kadar air dan kering sehingga layak jual. Selain itu harga jual juga disesuaikan dengan pasaran.

“Termasuk masyarakat kami minta selektif saat membeli daging sapi. Harus dipastikan kandungan air sedikit dan tidak ada dugaan glonggongan,” lanjutnya.

Dalam pemantauan di Pasar Kartasura diketahui stok barang masih melimpah dan harga tidak mengalami lonjakan tinggi. Kalaupun ada kenaikan terjadi pada beberapa komoditas saja antara Rp 1.000 – Rp 2.000 per kilogram.

“Stok dan harga beras masih aman. Daging ayam dan telur ayam juga sama. Daya beli masyarakat masih mampu dan terlebih lagi pada awal puasa Ramadan belum ada gejolak di pasar,” lanjutnya.

Netty menambahkan, dalam pemantauan petugas juga menemukan terjadinya penurunan harga pada bawang putih dari sebelumnya Rp65 ribu – Rp70 ribu perkilogram turun menjadi Rp45 ribu – Rp50 ribu perkilogram. Penurunan terjadi karena stok barang dipasaran sangat melimpah.

Sementara Kabagops Polres Sukoharjo Kompol Teguh Prasetyo mengatakan, pemantauan dilakukan dengan melibatkan Polres Sukoharjo dengan sasaran sejumlah pasar tradisional seperti di Pasar Kartasura. Sebelumnya jajaran Polres Sukoharjo juga telah menggelar kegiatan serupa di Pasar Ir Soekarno Sukoharjo.

“Polisi melakukan pemantauan langsung untuk mengetahui stok dan pergerakan harga khususnya saat puasa Ramadan dan Lebaran nanti. Bila mana ada pelanggaran maka bisa dilakukan penindakan,” tutur Teguh.

Menanggapi hal itu, salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Kartasura, Menik mengatakan, daging sapi disuplai dari pengepul atau peternak asal Ampel, Boyolali. Setiap hari barang dikirim dan diterima langsung oleh pedagang.

“Harga daging sapi saya jual Rp95 ribu per kilogram. Memang lebih murah dibanding daging sapi yang dijual di tempat lain sekitar Rp110 ribu per kilogram,” ujar Menik.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini