nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nekat Oplos Daging Sapi dan Babi, 2 Pedagang di Gunungkidul Ditangkap

Agregasi Harian Jogja, Jurnalis · Rabu 23 Januari 2019 17:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 23 510 2008401 nekat-oplos-daging-sapi-dan-babi-2-pedagang-di-gunungkidul-ditangkap-udN8iYFgKm.jpg Polres Gunungkidul Ungkap Kasus Pengoplosan Daging Sapi dengan Babi (foto: Rahmat Jiwandono/Harian Jogja)

GUNUNGKIDUL - Nekat mengoplos gaging sapi dengan daging babi, dua pedagang ditangkap polisi. Pelaku berinisial PUR (61) ditangkap di Pasar Argosari, Wonosari, dan pelaku lain berinisial EP (57) ditangkap di Pasar Playen.

Dari tangan kedua pedanag nakal itu, polisi menyita 1 kilogram kikil babi, dua bungkus kikil olahan yang sudah dioplos, dan sebuah panci yang digunakan untuk mencampur daging sapi dan daging babi.

(Baca Juga: Ada Bakso Oplosan Daging Babi Hutan di Bogor) 

Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady, mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari adanya laporan warga terkait dengan adanya peredaran daging sapi oplosan.

Polisi yang menerima informasi langsung melakukan penyelidikan. Polisi bersama dengan petugas Dinas Pertanian dan Peternakan (DPP) Gunungkidul menggelar uji sampel daging yang ada di pasar tersebut.

Ilustrasi Pedagang Daging (foto: Okezone)Ilustrasi Pedagang Daging (foto: Okezone) 

“Dari hasil uji laboratorium yang kami lakukan diketahui bahwa daging sapi yang dijual kedua pedagang itu positif mengandung unsur daging babi," kata Ahmad kepada wartawan saat gelar kasus di lobi Mapolres Gunungkidul, Rabu (23/1/2019)

Dia menambahkan, berdasar hasil pemeriksaan kedua pedagang yang ditangkap tak hanya menjual daging sapi yang telah dioplos dengan daging babi. Keduanya juga mengoplos kikil sapi dan kikil babi.

Berdasarkan pengakuan kedua tersangka, harga daging babi dan kikil babi lebih murah dibandingkan dengan daging sapi. “Saat ini harga satu kilogram daging babi Rp60.000 sedangkan daging sapi bisa mencapai Rp100.000 hingga Rp120.000," tegas Fuadi.

Saat diperiksa, kedua pelaku mengaku sudah menjual daging oplosan selama sebulan terakhir, dan setiap hari bisa menjual sekitar 5 kilogram daging oplosan. Kedua tersangka mengaku mendapat daging babi dari Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta. Motif mereka adalah mencari keuntungan dengan modal yang tidak terlalu besar.

Kedua pedagang nakal tersebut dijerat dengan Pasal 62 UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan Pasal 91 A UU No. 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara, dan denda maksimal Rp10 miliar.

Saat ini, polisi tidak menahan kedua tersangka lantaran usianya yang sudah lanjut. Keduanya hanya wajib lapor dua kali dalam sepekan.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan (DPP) Gunungkidul, Astuti Adianti, mengatakan perbedaan daging sapi dan daging babi jika dilihat secara fisik yakni serat daging sapi lebih besar dan tebal sedangkan daging babi mirip seperti daging ayam yaitu lembut dan berminyak.

“Jika sudah dioplos susah untuk dibedakan, dan untuk mengetahuinya harus dibawa ke laboratorium," ujar Astuti.

(Baca Juga: Polisi Gagalkan Penyelundupan 2 Ton Daging Ilegal ke Bali) 

Menurut Astuti, untuk membedakan kikil dapat dilihat pada ciri fisik antara kikil sapi dan babi. Kikil babi terdapat bintik-bintik yang membentuk seperti piramida sedangkan kikil sapi tidak ada.

Sebelumnya, menurut Astuti, kedua pedagang tersebut sudah pernah diperingatkan karena menjual daging oplosan, namun nyatanya mereka masih nekat berjualan.

Kedua pedagang itu pernah mendapat teguran lisan dan tertulis bahkan pernah membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya. “Sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), pada Desember 2018 kedua pedagang tersebut sudah kami peringatkan," kata Astuti.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini