Image

Mantap! Polisi Gagalkan Penyelundupan 2 Ton Daging Ilegal ke Bali

ant, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 16:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 13 340 1794826 mantap-polisi-gagalkan-penyelundupan-2-ton-daging-ilegal-ke-bali-FF59Mzj16X.jpg Ilustrasi daging ilegal. (Foto: Antara)

NEGARA - Petugas dari Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali menyita 2 ton daging bebek, ayam dan kambing yang masuk ke Bali ilegal atau tanpa dilengkapi dokumen kesehatan dari Balai Karantina setempat.

"Sesuai standar operasional prosedur, kami melakukan pemeriksaan terhadap penumpang, kendaraan, dan barang yang masuk ke Bali lewat Pelabuhan Gilimanuk," kata Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Komisaris I Nyoman Subawa di Negara, Jumat (13/10/2017).

Didampingi Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kawasan Laut Gilimanuk Ajun Komisaris I Komang Muliyadi, ia mengatakan kendaraan pikap yang mengangkut daging tersebut itu memiliki nomor polisi P-9188-ZQ dan dikemudikan oleh TBI (48) asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Saat dimintai keterangan polisi, sopir ini mengaku, daging tersebut merupakan barang titipan seseorang dengan tujuan Denpasar.

(Baca juga: Mantap! Polda Jambi Sita 12 Ton Daging Impor Ilegal)

Selain daging bebek, ayam dan kambing tersebut, pihaknya juga menyita 1 ton ikan asal Muncar, Kabupaten Banyuwangi dengan tujuan Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana.

AM (66) sopir pikap nopol N 8178 RE yang mengangkut ikan segar tersebut mengatakan, dirinya hanya sebagai buruh sopir sehingga tidak tahu ikan tersebut harus dilengkapi dokumen kesehatan dari balai karantina.

"Setiap pengiriman hewan, ikan dan tumbuhan serta bahan yang berasal dari komoditas tersebut harus dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan dari Balai Karantina daerah asal," kata Muliyadi.

Ia berharap, dengan penindakan yang dilakukan berkali-kali oleh aparat yang berjaga di pintu masuk maupun keluar Pelabuhan Gilimanuk, bisa menekan atau menghilangkan pengiriman berbagai komoditas ilegal.

Selanjutnya, Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, menitipkan daging dan ikan tersebut ke Kantor Karantina Hewan Dan Ikan Wilayah Kerja Gilimanuk untuk menunggu proses hukum.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini