JAKARTA - Meningkatnya berbagai bentuk pengabaian dan pelanggaran hak anak di Indonesia yang terjadi sepanjang 2011, menunjukan gagalnya tugas negara, pemerintah, masyarakat dan orangtua untuk melindungi serta menghormati hak anak di Indonesia.
Kegagalan itu terlihat dari meningkatnya pengaduan masyarakat terhadap berbagai bentuk pelanggaran hak anak. Tapi bentuk-bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh anak juga telah mengarah pada tindakan sadisme.
"Hasil analisis dari sejumlah pengaduan yang dilakukan masyarakat. Menunjukan peran negara, pemerintah, masyarakat dan keluarga telah gagal sebagai garda terdepan dalam melindungi anak. Bahkan keluarga sebagai pihak terdekat dengan anak menjadi pelaku tindak kekerasan terhadap anak," ungkap Arist Merdeka Sirait, Ketua Komnas PA, di Sekretariat Komnas PA, Jakarta, Selasa (20/12/2011).
Arist menjelasan, sepanjang 2011 Komnas PA mencatat terjadinya 2.386 kasus. Artinya setiap bulan lembaga perlindungan anak ini menerima laporan 200 kasus. Angka tersebut meningkat 98 persen dari tahun lalu dengan jumlah 1.234 pengaduan. Kemudian perceraian orangtua juga mengakibatkan ratusan ribu anak di Indonesia terpaksa harus menjadi korban terpisah dari salah satu orangtuannya.
Arist mengaku sangat prihatin dengan kondisi ini. Awalnya Komnas PA berharap adanya penurunan jumlah pelanggaran hak anak, tapi berdasarkan analisis yang telah dilakukan justru angkanya semakin meningkat tinggi dan itu pun belum berdasarkan laporan pemerintah.
"Pemerintah seharusnya bisa mendengarkan fakta ini, karena pemerintahlah yang menjalani program perlindungan anak dan penanggung jawab telah gagal, dan ini bisa terkesan ke depannya untuk masa depan perlindungan anak akan semakin buram. Maka kasus-kasus anak akan terbengkalai karena pemerintah selalu mengurusi masalah politik yang tidak menentu hingga 2014 mendatang," simpulnya.
Sementara itu, Kak Seto yang juga hadir pada acara yang di gelar Komnas PA memberikan apreasiasi terhadap Komnas Anak atas pekerjaannya saat ini, dan mudah-mudahan ini terus bisa membuka kerjasama dengan semua pihak. Dia juga mendesak pemerintah untuk melakukan perubahan terkait perlindungan anak di Indonesia.
"Mari kita merapat barisan demi kepentingan terbaik anak-anak Indonesia. Sekarang juga mendesak kepada pemerintah untuk melindungi anak dari kekerasan. Dengan cara setop kekerasan dan kekejaman terhadap anak. Sehingga bisa merubah paradigma yang mungkin keliru sejak lama," tutup Kak Seto.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.