Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kak Seto: Mari Bersatu Lindungi Anak Indonesia

Fiddy Anggriawan , Jurnalis-Selasa, 20 Desember 2011 |15:06 WIB
Kak Seto: Mari Bersatu Lindungi Anak Indonesia
Foto: Dokumen Okezone
A
A
A

JAKARTA - Dewan Pembimbing Komnas PA Seto Mulyadi atau lebih dikenal dengan panggilan Kak Seto menyatakan lembaga yang dipimpinnya dibangun bukan karena kekuatan figur namun karena kekuatan sistem.

Hal tersebut dikatakan Kak seto dalam acara Catatan Akhir Tahun 2011 yang diselenggarakan Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) di Sekretariat Komnas PA, Jakarta, Selasa
(20/12/2011).

Kak Seto menambahkan, keinginan untuk mengedepankan kepentingan anak sebenarnya sudah ada, namun prioritasnya tidak terlalu besar. Kendati demikian dirinya memberi apresiasi atas pencapaian yang sudah dilakukan Komnas PA.

"Saya memberikan apreasiasi kepada Komnas Anak atas pekerjaannya saat ini, dan mudah-mudahan ini terus bisa membuka kerjasama dengan semua pihak. Mari kita merapat barisan demi kepentingan terbaik anak-anak Indonesia," ucapnya.

Kak Seto juga mengritik sejumlah guru yang notabene dekat dengan lingkungan pembentukan karakter anak namun kerap melakukan tindak kekerasan pada anak. Dirinya juga menolak paradigma bahwa guru diizinkan memukul siswa dalam rangka mendidik.

"Saat itu pernah ada yg namanya perlindungan guru ketika memukul anak dan itu diizinkan saat itu. Jelas saya menolak keras dan mencoba merubah paradigma mengajar bukan dengan kekerasan tapi dengan hati," cetusnya.

Menurut Kak Seto, guru yang tidak dicintai oleh murid-muridnya merupakan guru yang gagal. Guru tidak perlu ditakuti karena sudah selayaknya guru adalah sosok yang harus dicintai anak-anak sehingga mereka bisa menuruti arahan gurunya.

"Anak sekarang penuh perbandingan dan beda dengan anak zaman dulu yang penurut. Maka jangan bermimpi punya anak yang penurut pada saat ini. Paradigma saat mendidik anak juga harus dirubah. Pemukulan adalah tindakan yang salah dan ketegasan bisa dilakukan dengan cara lain dan tidak harus di keraskan," tambahnya.

Saat ini, diakui Kak Seto sangat penting memperhatikan model mendidik anak, misalnya dengan cara pemberian reward and punishment. Ini merupakan suasana penuh kasih sayang dan nyaman saat mendidik anak.

"Anak sangat perlu diajarkan kebaikan tapi dengan cara kekerasan jelas itu salah. Situasi yang tidak nyaman tentu menyebabkan keadaan stres. Setiap orang punya agresitifitas yang berbeda dan seharusnya kita sebagai orangtua bisa mengarahkan agresifitas anak ke hal yang positif.
Agar menjadi manusia yang bisa diajak kerja sama," jelasnya.

Kak Seto juga menyarankan pembentukan karakter anak seharusnya bisa dilakukan dengan cara membangun komunikasi yang positif dan baik terhadap anak.

"Harus ada kesadaran pemerintah bahwa kekerasan harus dihentikan pada anak. Semua pihak harus berani menyatakan bahwa kekerasan anak harus dihentikan khususnya di lakukan dari atas (pemerintah)," simpulnya. (sus)

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement