Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Antisipasi Imigran Gelap, RI Harus Intensifkan Patroli di Wilayah Laut

Rizka Diputra , Jurnalis-Jum'at, 23 Desember 2011 |08:05 WIB
Antisipasi Imigran Gelap, RI Harus Intensifkan Patroli di Wilayah Laut
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Menghadapi fenomena imigran gelap yang menjadikan Indonesia sebagai tempat transit, pemerintah harus memiliki kebijakan yang komprehensif.

Demikian disampaikan pakar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana.

Menurutnya, pemerintah harus memperketat warga negara asing untuk masuk wilayah Indonesia secara ilegal.

"Disini Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai peran yang sangat penting," ujar Hikmahanto kepada okezone, Jumat (23/12/2011).

Selanjutnya kata dia, patroli di wilayah laut harus diintensifkan dengan menambah kapal-kapal patroli yang dimiliki oleh TNI-AL dan Polisi Air (Polair).

"Hukum harus ditegakkan oleh aparat yang berwenang berkenaan dengan pelaku penyelundupan manusia," tegasnya.

Lebih lanjut Hikmahanto menambahkan, pemerintah melalui perwakilannya, juga harus mensosialisasikan kepada masyarakat dari negara asal imigran gelap bahwa Indonesia akan memberikan sanksi berat bagi para imigran gelap tersebut.

"Pemerintah juga bisa meminta perwakilan negara dari asal imigran gelap di Indonesia untuk turut bertanggung jawab ketika terjadi musibah," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah kapal tenggelam di perairan Watu Limo, Trenggalek, Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu 17 Desember kemarin. Kapal yang mengangkut lebih dari 200 orang imigran itu tenggelam setelah dihantam ombak besar.

Akibat kecelakaan itu, ratusan penumpang belum diketahui nasibnya, dan masih dalam pencarian. Para imigran yang berhasil diselamatkan telah berada di lautan selama beberapa jam sebelum akhirnya mendapat perawatan di rumah sakit. Kapal tersebut direncanakan menuju Pulau Christmas di Australia.

Ini adalah kali kedua kapal yang membawa imigran menuju Pulau Christmas tenggelam di perairan Indonesia. Para imigran mengaku mereka telah membayar ribuan dolar untuk dapat melakukan pelayaran menuju Christmas Island.

Christmas Island dikenal memiliki pusat penampungan suaka terbesar di Australia. Tahun lalu, sebanyak 50 pencari suaka tewas saat tengah menuju pulau itu akibat dihadang gelombang laut yang tinggi.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement