Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

SBY Pernah Utus Djoko Selesaikan Sengketa Tanah

Tri Kurniawan , Jurnalis-Minggu, 25 Desember 2011 |08:54 WIB
SBY Pernah Utus Djoko Selesaikan Sengketa Tanah
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak lama telah mencium sengketa tanah akan menjadi masalah besar yang melilit bangsa ini. Pada Mei 2011 lalu, SBY mengutus Menkopolhukam Djoko Suyanto untuk menyelesaikan masalah ini.

Hal itu dikatakan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar saat berbincang dengan okezone, Minggu (25/12/2011).

Pada saat bersamaan, Presiden SBY juga menerima kedatangan anggota KOmnas HAM di Istana Negara. "Yang menjadi pertanyaan sekarang, mana progresnya, tidak ada," kata dia.

Tambahnya, ini efek dari karakter SBY yang hanya percaya kepada orang tertentu dalam memberikan tugas tanpa memikirkan kemampuan orang tersebut. "yang dipercaya SBY kan cuma empat orang, Djoko Suyanto, Hatta Rajasa (Menko Perekonomian), Sudi Silalahi (Mensesneg) dan Denny Indrayana (Wamenkumham)," ungkapnya.

Keputusan pemerintah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) di bawah kepemimpinan Wakil menteri Hukum dan HAM juga diyakini tidak akan bisa mencari akar dan menyelesaikan masalah ini.

"Sekarang belum selesai kasus Mesuji sudah ada kasus Bima, memangnya Denny Indayana ada berapa banyak bisa nyelesain masalah ini," tegasnya.

Menurutnya, sudah saatnya SBY memberikan keparcayaan kepada Komnas HAM untuk menyelidiki kasus sengketa lahan yang berujung pada kekerasan ini. Namun, Haris tidak yakin SBY melakukan hal itu.

Pasalnya, sejumlah kasus pelanggaran HAM  banyak terjadi di era kepemimpinan SBY. Ini tentunya akan terbongkar jika melibatkan lembaga independent dalam proses penyelidikannya. Jika sudah begitu tentu akan mengganggu pencitraan SBY.

"Kalau dibuka semua, SBY bisa nggak jadi Presiden," ujarnya.

Dia juga melihat ada upaya pemerintah melegitimasi kasus Mesuji dengan meperdebatkan keaslian video aksi pembantaian terhadap warga setempat. "Itu tidak penting, asli atau bukan. Nyatanya sekarang sudah ada korban," tukasnya. (tri)

(Amril Amarullah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement