SURABAYA- Anggota Komisi V DPR Imam Nahrowi sepakat dengan usulan Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang mencabut izin trayek Perusahaan Otobus (PO) Sumber Kencono.
Namun Imam meminta, pencabutan tidak dilakukan permanen. Apabila izin PO Sumber Kencono dicabut, dikhawatirkan muncul masalah baru.
“Saya takut ketika izin trayek ini dicabut selamanya akan timbul masalah baru yakni banyaknya pengangguran. Sebaiknya hanya bersifat skorsing saja sambil menunggu perbaikan manajeman," kata Nahrowi di Graha An-Nur, Jalan Karah Agung, Surabaya, Selasa (3/1/2012).
Sementara itu menanggapi kecelakaan di Jalan Raya Madiun-Surabaya, tepatnya di Desa Jeruk Gulung Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Minggu 1 Januari, Nahrowi meminta pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh.
"Apakah sopirnya yang mengantuk atau ada fasilitas negara yang kurang seperti marka jalan, penerangan, atau ada jalan yang berlubang," sebutnya.
Namun dia menegaskan Dirjen Perhubungan Darat harus mengambil tindakan tegas terhadap PO Sumber Kencono yang sering menimbulkan kecelakaan. Namun harus ada pertimbangan beberapa faktor yang ada.
Sekjen DPP PKB ini menilai penyebab kecelakaan sangat kompleks, di antaranya sopir yang mengantuk, kelebihan beban, dan yang perlu diperhatikan adalah infrastruktur jalan. Selama ini, lanjutnya yang selalu disalahkan adalah sopir.
"Sopir selalu jadi tersangka, sebenarnya kasihan juga. Dia gajinya kecil namun risikonya sangat besar," tukasnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.