tragedi sukhoi

Palyja Akui Saluran Air ke Warga Radio Dalam Mati

Kemas Irawan Nurrachman - Okezone
Kamis, 5 Januari 2012 11:40 wib
Ilustrasi air
Ilustrasi air

JAKARTA - PT PAM Lyonnaise Jaya mengaku matinya pasokan air ke wilayah Radio Dalam pada 16 Desember 2011 lalu. Atas matinya aliran tersebut perusahaan air minum tersebut meminta maaf.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pelanggan di areal Radio Dalam akibat terganggunya suplai air bersih beberapa waktu lalu,” tulis Corporate Communication and Sosial Responsibilities Head, Meyritha Maryanie, dalam rilis yang diterima okezone, Kamis (5/1/2012).

Dia menjelaskan, terganggunya pasokan air ke wilayah tersebut disebabkan oleh dua faktor.

“Listrik mati di Water Treatment Plant (WTP) Cilandak. Sementara listrik mati, WTP Cilandak menggunakan genset agar tetap produksi, namun sebagai kendalanya kapasitas suplai dan tekanan berkurang/rendah sehingga suplai air belum optimal ke lokasi pelanggan di areal Damai Raya dan sekitarnya. Penurunan suplai menyebabkan terjadinya air trap (udara yang terperangkap) dalam pipa jaringan yang menghambat aliran air ke beberapa wilayah termasuk area radio dalam dan sekitarnya,” tulisnya.

“Kedua, adanya pekerjaan/kegiatan Palyja berupa simulasi jaringan dan pengaturan aliran air dalam rangka mengoptimalkan suplai ke semua lokasi pelanggan di area tersebut,” paparnya.

Meyritha memastikan, setelah selesai pekerjaan dan gangguan tersebut tim Pelayanan Jaringan Distribusi telah melakukan flushing di pipa jaringan untuk mengeluarkan udara yang terperangkap.

“Setelah melakukan pengecekan secara acak/tandom di beberapa lokasi pelanggan yang berada di area Radio Dalam antara lain Jalan H Jainudin, Gg Cempaka no.42, Jakarta Selatan a/n Adam, hasilnya air sudah mengalir kembali,” tambahnya.
(kem)