JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta Mabes Polri memberikan bukti medis Syarifudin Arrahman (32) meninggal dunia karena sakit perut.
Alasannya, Komnas memiliki data yang menunjukkan Syarifudin tewas akibat bentrokan dengan aparat kepolisian di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Kami meminta agar Mabes Polri dapat membuktikan bahwa satu korban tewas lainya dikarenakan sakit,” kata Wakil Ketua Komnas HAM, Ridha Saleh kepada okezone, Kamis (5/1/2012) malam.
Menurut Ridha, informasi mengenai sakit perut yang mengakibatkan Syarifudin tewas, belum dapat dipertanggungjawabkan. Lantaran, Komnas HAM mengantongi informasi dari keluarga korban yang memastikan Syarifudin yang berprofesi sebagai muadzin (pengumandang adzan di masjid) tidak dalam kondisi sakit.
“Polisi dapat dari mana mendapatkan data bahwa dia sakit, sumbernya harus jelas dan berdasarkan fakta, karena ketika kita kami periksa dia tidak sakit, korban di kampungnya sebagai Muadzin,” pungkasnya.
Dikatakan Ridha, sebelumnya korban ketika mengikuti aksi unjuk rasa tanggal 24 Desember tersebut dalam keadaan sehat dan tidak sedang sakit. “Fakta yang kami temukan di lapangan, di badan korban ada bercak darah dan penuh dengan lumpur,” sebutnya.
(Ferdinan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.