tragedi sukhoi

Ya Ampun... Anak Yatim Ditolak Masuk Sekolah di Depok

Marieska Harya Virdhani - Okezone
Selasa, 10 Januari 2012 18:49 wib
ist
ist

DEPOK – Afrillya Anugerah, putri dari pasangan Eri Anugerah dan Risnawati ditolak masuk SMPIT Nurrurahman di Jalan Raya Sawangan Depok. Setelah ayahnya, Eri Anugerah yang juga wartawan Media Indonesia meninggal dunia.
 
Alifa, begitu ia akrab disapa, harus menerima penghinaan dari seorang Wakil Kepala Sekolah Islam Terpadu (SMPIT) Nurrrahman bernama Fauzan.
 
Peristiwa itu terjadi pada Jumat 8 Januari lalu. Sewaktu Fauzan mengabarkan ke telepon genggam Risnawati, kalau anaknya tidak diterima masuk di SMPIT Nururrahman. Namun, ia tidak terlalu ingat secara detail apa yang diungkapkan wakil kepala sekolah itu.
 
“Tetapi yang masih terngiang adalah “Bagaimana biayanya? Sedangkan ayahnya tidak ada,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (10/01/12).
 
Risnawati tak dapat memahami alasan Fauzan. Sejak suami tercinta, Eri Anugerah, meninggal pada Desember lalu, Risnawati ingin memindahkan putrinya bersekolah ke lokasi yang lebih dekat dengan rumah di wilayah Pancoran Mas.
 
Pertimbangan lainnya, putrinya dapat memperoleh pendidikan Islam secara benar dari sekolah berformat full day school tersebut. Sebelum memutuskan pindah, Ia menyekolahkan putrinya di SMP Putra Bangsa. Di sekolah itu, Alifa yang masih duduk di bangku kelas satu itu tergolong anak yang pandai. “Alhamdulillah masuk peringkat tiga besar,” jelasnya.
 
Pada pertengahan Desember itu, pihak sekolah mengabarkan bahwa putrinya dapat diterima di sekolah tersebut. “Alifa langsung ukur seragam dan mengikuti tes masuk,” tuturnya.
 
Saat itu pihak sekolah hanya menyinggung masalah biaya dan tes masuk. Sedangkan pada Senin 9 Januari, dia bersama putrinya menyambangi sekolah itu. Saat ke sana ia tak bertemu dengan Fauzan. Ia kemudian meminta hasil tes ujian masuk. Ia kaget karena hampir semua tes yang dilakukan putrinya dinilai salah semua.
 
“Padahal, pada awal tahun ajaran baru yang lalu, Alifa pernah didaftarkan di sekolah tersebut. Alifa sempat masuk di peringkat sebelas dari total siswa yang mendaftar. Selain itu, Alifa juga mengantungi NEM dengan rata-rata delapan,” imbuhnya.
 

(teb)

  • Alumni angkatan ke 3 » 0 Tanggapan
    Saya sebagai alumni kurang setuju dengan perkataan saudara.Karena saya pernah merasakan sekolah disana dan tdk pernah SMP IT Nururrahman tdk menerima anak yg kekurangan biaya .. bahkan setelah masuk pun saya tdk di paksa untuk membayar tunggakan uang bulanan.. Mohon Di cek kembali Kata2nya...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ABU ZAIDAN » 0 Tanggapan
    Bu risna...hendaknya berkhusnudzon terlebih dulu...jgn aji mumpung punya teman "wartawan" kemudian melakukan seolah-olah anda punya kekuatan bisa melakukan apa saja...ingat...!!! yang anda lakukan ini pasti akan ada balasan dari a***h SWT yang juga anda imani sebagai seorang muslimah...FITNAH LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN...!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Hamba Allah » 0 Tanggapan
    Mungkin ibu Risnawati tidak siap mendengar pertanyaan Pak Fauzan, Jika Ibu jawab mampu menjamin atau ada saudara ibu yang sanggup menjamin khan selesai. Yang jadi masalah Afrillya Anugerah test kemampuannya dibawah standar SMP Nururrohman. Saya adalah orangtua peserta didik disana sangat sangat puas menyekolahkan anak disana. Hubungan Guru-guru dan Peserta didik juga akrab serta terbina dengan baik.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Ahmad Fauzan » 0 Tanggapan
    Sjak kapan di SMPIT Nururrahman ada guru yg namanya "Fauzan"??
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Rohman » 0 Tanggapan
    go NR go NR go ,,
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.