tragedi sukhoi

Ditetapkan Tersangka, 2 Pemuda Pelintas Hotel SBY Syok

Jum'at, 13 Januari 2012 11:14 wib
Ilustrasi penganiayaan (Foto: Agung/okezone.com)
Ilustrasi penganiayaan (Foto: Agung/okezone.com)

MALANG- Kondisi dua pemuda yang diduga mendapat penganiayaan saat melintas di hotel tempat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginap di Malang, Jawa Timur, masih syok pascapenetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan tunggal oleh polisi.

Akibat dugaan pemukulan tersebut, Sulung Hadi Sukmanto mengaku seluruh gigi bagian depannya rontok, pergelangan tangan patah, dan lecet hampir di sekujur tubuh. Sementara Slamet menderita luka lecet di punggung, lengan, dan kaki.

Saat ditemui di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Jumat (13/1/2012), Sulung mengaku masih ingat betul apa yang menyebabkan dia dan rekannya menderita luka lebam.

Sambil menahan sakit, Sulung menuturkan dia dipukul rambu lalu lintas oleh anggota polisi, bukan akibat kecelakaan tunggal.

Sementara itu, pihak keluarga dan kuasa hukum hingga Jumat pagi belum mengubah sikap dan tetap akan melanjutkan kasus yang dialami Sulung hingga proses hukum.

Sebelumnya, Sulung mengadu ke Mapolresta Malang untuk melaporkan dugaan pemukulan yang dilakukan anggota polisi saat dia bersama Slamet melintas menuju hotel yang disinggahi SBY pada Rabu 11 Januari malam.

Pada jarak 100 meter dari hotel, hanya ada petugas yang memberikan aba-aba agar melambatkan kendaraan dan tidak ada penyetopan. Namun beberapa meter selanjutnya, keduanya tiba-tiba dipukul seorang petugas yang diduga anggota polisi menggunakan rambu lalu lintas.

Pukulan mengenai wajah Sulung dan keduanya langsung terjatuh dari sepeda motor yang ditumpangi.

Namun Kasat Lantas Polres Malang AKP Fahri Siregar membantah informasi pemukulan tersebut. Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan petugas di lapangan dan saksi warga sipil kedua pemuda itu bukanlah korban penganiayaan.

Keduanya terjatuh sendiri dari sepeda motor dan menabrak kursi yang digunakan untuk menutup jalan. Sulung dan Slamet terjatuh setelah ngebut dan menghindari polisi yang melarang lewat jalan Tanimbar yang dinyatakan steril.
(Deny Irwansyah/Sindo TV/kem)

  • boy » 0 Tanggapan
    biasalah nasib orang kecil...sudah jatuh ketimpa tangga..beraninya sama bangsa sendiri aja..,
    Beri Tanggapan Laporkan
  • gunawan » 0 Tanggapan
    harusnya sby memberi hukuman thd polisi yg menganiaya rakyat..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • A1NG » 0 Tanggapan
    mudah2an a***h membalas orang2 yg teraniaya jika memang benar jika polisi/paspampres melakukan penganiayaan itu..mudahan2 a***h melindungi kita smua dari PARA APARAT / PENGUASA YG ZHALIM,,amin
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Tolong » 0 Tanggapan
    Kl Udah Berhub Dgn Yg Namanya Polisi, Yg Benarpun Akan Kelihatan Salah, Dunia Dunia,. Selalu Saja Org Bawah Kalah,. Cm Bs Tertawa Getir
    Beri Tanggapan Laporkan
  • gibran mossad » 1 Tanggapan
    dasar polisi...hukum ja tebang pilihh..mentang2 yg mukul itu paspampres jd nolak diusut,,,, parah.... ADILL dong pak polisi,,,ADILLLLLL!!!!!!!!! (polisi: biang ketakutan masyarakt)
    • ard
      emang ente disana nyaksiin kejadiannya? hati hati lho kalo ngasih komen, belum tau mana yang bener
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.