Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jembatan Ambruk, 175 Warga Desa Mekarmukti Terisolir

Fani Ferdiansyah , Jurnalis-Selasa, 17 Januari 2012 |01:44 WIB
Jembatan Ambruk, 175 Warga Desa Mekarmukti Terisolir
A
A
A

GARUT- Satu pekan lebih, ratusan warga di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibalong, terisolir. Pasalnya, satu unit jembatan gantung yang menghubungkan lima kampung di desa itu ambruk karena tertimpa pohon tumbang Senin (9/1/2012) pekan lalu.

Ketua Pemuda Karang Taruna Desa Mekarmukti, Hikmat (26) menuturkan, peristiwa tumbangnya pohon disebabkan oleh terjangan angin puting beliung sekitar pukul 10.00 WIB. Akibatnya, jembatan yang diberi nama Rawayan itu ambruk seketika.

“Banyak sekali warga yang terisolir. Bila dihitung per kepala keluarga (KK), kurang lebih ada 175 KK terisolir. Kampung yang terisolir ini adalah Kampung Calincing, Kampung Ciherang, Kampung Babakan Jati, Kampung Cimidun, dan Kampung Cadas Bodas,” katanya Senin (16/1/2012).

Tidak hanya menyulitkan warga untuk kegiatan ekonomi, ambruknya jembatan ini juga menyebabkan terhambatnya akses transportasi sekitar 170 siswa SDN Mekarmukti II  dan SMPN Satu Atap I Cibalong menuju sekolahnya.

“Meski tidak diberi materi oleh pemerintah, warga hanya ingin dibantu dari segi material saja. Untuk bahan pembangunan jembatan. Biar kami yang bergotong royong membangunnya,” katanya.

Guru SMPN Satu Atap I Cibalong, Budiman Yunus membenarkan banyak dari para siswanya menjadi jarang masuk sekolah pasca runtuhnya Jembatan Rawayan. Kendati demikian, lanjut Budiman, pihak sekolah memaklumi bila para siswanya itu absen tidak masuk.

“Akhir-akhir ini, memang sedang musim hujan. Air di Sungai Cisanggiri selalu meluap. Anak-anak tidak bisa menyebrang bila jembatannya roboh dan air sungai meluap deras. Kalaupun bisa memutar, itu pun jaraknya jauh sekali, bisa mencapai belasan kilometer. Makanya, kami memaklumi sekali bila anak-anak menjadi tidak masuk karenanya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mekarmukti, Suryana, mengaku telah menyampaikan permohonan bantuan perbaikan Jembatan Rawayan ke pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Dari hasil perhitungan pihaknya, perbaikan Jembatan Rawayan setidaknya membutuhkan dana sekitar Rp50 juta.

“Kami sudah sampaikan ke pemerintah melalui Kecamatan Cibalong. Tapi sampai sekarang belum ada konfirmasi lagi bagaimana kelanjutannya,” tandasnya.

(Stefanus Yugo Hindarto)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement