Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bupati Diminta Lihat Langsung Pelajar Seberangi Sungai

Bupati Diminta Lihat Langsung Pelajar Seberangi Sungai
Pelajar menyeberang sungai berangkat ke sekolah (Dok: Sindo TV/Taufik Budi)
A
A
A

DEMAK - Pernyataan Bupati Demak Jawa Tengah Tafta Zani yang menyebutkan pembangunan jembatan di Kampung Pungkruk, Desa Jragung, Kecamatan Karangewen, bukan prioritas disayangkan sejumlah kalangan.
 
Perangkat desa setempat meminta bupati turun langsung ke lokasi agar dapat menyaksikan anak-anak menantang maut menerabas derasnya arus Sungai Jragung untuk berangkat dan pulang sekolah.

Sementara para wakil rakyat menduga, bupati belum menerima informasi yang utuh tentang Kampung Pungkruk. Bupati beralasan Kampung Pungkruk hanya dihuni sekira 50 jiwa.

Salah seorang perangkat Desa Jragung, Saifudin Zuhri, Rabu (15/2/2012), mengatakan jembatan penyeberangan sangat dibutuhkan warga.

Sebab jembatan itu juga menjadi jalur urat nadi jalur pendidikan dan perekonomian. Minimnya jumlah penduduk yang tinggal di kampung Pungkruk justru disebabkan tidak adanya infrastruktur pendukung seperti jembatan.

Bukit Pungkruk yang memiliki luas sekira 20 hektare ideal untuk permukiman dan lahan pertanian.

Untuk itu, Saefudin meminta bupati turun langsung ke lokasi agar dapat menyaksikan pentingnya jembatan bagi warga.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi C DPRD Demak Slamet Fahrudin. Dia mengungkapkan bupati belum mendapatkan informasi yang utuh dari jajaran di bawahnya.

Untuk itu, dia mendesak bupati segera melakukan langkah-langkah darurat agar para pelajar tidak langsung menceburkan diri ke sungai untuk berangkat sekolah.

Sementara itu Kepala Bagian Humas Pemkab Demak Rudi Santosa, dihubungi melalui telepon, mengatakan tim dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Demak sudah mensurvei lokasi untuk menentukan konstruksi jembatan.

Dari hasil survei sementara, bentang jembatan yang melintasi Sungai Jragung menuju kampung Pungkruk lebih dari 100 meter. Saat ini masih dilakukan pengkajian penggunaan konstruksi jembatan permanen atau jembatan gantung, termasuk nilai ekonomis pembangunannya. Apalagi kampung Pungkruk hanya dihuni sekira 50 jiwa.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement