tragedi sukhoi

Longsor di Bandung Barat

BPBD Rekomendasikan Warga Kampung Cileutik Direlokasi

Jum'at, 17 Februari 2012 17:25 wib

BANDUNG BARAT - Tim Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan warga korban bencana tanah longsor di Desa Karya Mukti, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, direlokasi. Tempat tersebut sudah tidak layak ditempati karena rawan pergerakan tanah jika turun hujan.
 
“Hasil kajian tim geologi yang dilakukan dari Kamis dan Jumat ini, dari beberapa rekomendasi salah satunya adalah relokasi,” tutur Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Maman Sulaeman, Jumat (17/2/2012).

Penelitian dilakukan di titik longsor yang mengakibatkan 32 rumah di Kampung Cileutik, RT 02/06, rusak. Longsor terjadi pada Senin 13 Februari lalu. Akibat musibah itu empat rumah rusak berat, 15 rusak ringan, 13 terancam tergerus. Ada 104 jiwa yang terkena dampak longsor ini.

Secara umum daerah di Kampung Cileutik berupa perbukitan bergelombang yang terjal. Berdasarkan peta Geologi Lembar Cianjur, batuan penyusun di sana adalah breksi tufaan, lava batu pasir, konglomerat, serta andesit. Sementara jenis gerakan tanah yang terjadi diperkirakan berupa longsoran bahan rombakan dan aliran bahan rombakan.

Lebih lanjut, Maman mengatakan kawasan Cililin termasuk zona potensi gerakan tanah dengan intensitas menengah hingga tinggi. Artinya sangat berpotensi terjadi pergerakan tanah jika curah hujan di atas normal. Pergerakan tanah mengancam daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, tebing jalan, atau lereng.

Informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan curah hujan sudah di atas normal, yaitu 31,5 milimeter per detik dan kecepatan angin 7 kilometer per jam.

Di Kecamatan Cililin sendiri ada lima desa yang terkena dampak bencana yaitu Mukapayung, Nangerang, Rancapanggung, Kidangpananjung, dan Karya Mukti.

“Masa tanggap darurat bencana berlangsung dua minggu dari 15 Februari. Kami juga akan memberikan suplai beras 4,2 ton kepada korban bencana selama masa tanggap darurat ini,” beber Maman.

(Adie Haryanto/Koran SI/ton)