JAKARTA - Keluarga John Kei hari ini mendatangi Rumah Sakit Polri Said Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Namun sayangnya, mereka tidak diperkenankan untuk bertemu langsung dengan John Kei yang tengah dirawat karena menderita luka tembak di kaki kanan.
Praktis hal ini membuat keluarga John Kei kesal. “Enggak bisa masuk. Perintahnya enggak boleh masuk,” ujar Yulianti, istri John Kei di RS Polri Soekanto, Jakarta, Sabtu (18/2/2012).
“Saya istrinya. Saya ke sini bawa makanan. Saya tahu beliau suka lapar, tapi untuk ketemu satu menit aja enggak bisa,” imbuhnya.
Yulianti kesal karena selain tidak diperkenankan masuk, makanan yang dia bawa dari rumah juga harus dititipkan ke petugas polisi yang menjaga suaminya. “Bisa dititipin ke petugas, tapi apakah akan diberi?” katanya.
"Saya bawa beras merah, ayam goreng dan buah pir," imbuhnya.
Selain itu, dirinya juga menilai bahwa penangkapan John Kei yang diduga terlibat dalam pembunuhan mantan Direktur Utama Sanex Steel Indonesia Tan Harry Tantono (45) alias Ayung di Swiss-Belhotel, Kamis 26 Januari Lalu, tidak wajar.
“Enggak wajar karena tidak ada surat penangkapan dan tidak ada perintah. Masa penangkapan satu orang oleh seratus orang? Kalau ada apa-apa bagaimana? Kalau operasi kan harus ada persetujuan keluarga,” tegasnya. Yulianti mengaku mengetahui kabar penangkapan suaminya dari televisi.
(abe)