KEDIRI- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengakui kesalahannya dalam menjalankan gaya perpolitikannya akhir-akhir ini. Oleh karena itu, PPP berjanji akan mengubah gaya perpolitikkannya agar lebih populis.
Demikian disampaikan ketua umum PPP Suryadharma Ali usai pembukaan Musyawarah Kerja Nasional di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Selasa (21/2/2012).
"Pada masa lalu kami kurang dapat memelihara Konstituen, karena perilaku politik yang elitis. oleh karena itu PPP harus merubahnya dari elitis ke populis," jelasnya.
Menurutnya, hasil evaluasi internal PPP menyatakan suara PPP dari pemilu ke pemilu turun, lantaran elitisnya kader-kader PPP dan itulah yang harus diubah demi menyambut Pemilu 2014 nanti. "Berbeda kan, pada Jaman Orba PPP itu sangat populis, oleh karenanya PPP yang populis akan dikembalikan," terangnya.
Dia menerangkan, yang dimaksud populis dalam hal ini adalah menyatu dengan konstituennya yang berada di grassroot. "Seperti kami mengadakan Mukernas I ini di pesantren. Itu betul menyatu dengan konstituennya. Bisa dilhat misalnya hari ini, itu di luar (Pesantren) ada sekitar 50 ribu jamaah dari berbagai jenis kota. Dengan demikian ketersambungan hati antara pengurus dan konstituennya, antara pimpinan dan jamaahnya itu bisa terpelihara dengan baik," bangganya.
Pria yang akrab disapa SDA itu menekankan kepada seluruh kader PPP agar melakukan pendekatan dengan kaum-kaum grassroot, termasuk menginap di rumah tokoh-tokoh jika memang berkunjung ke daerah. "Saya berpesan kepada pengurus-pengurus PPP terutama dari DPP. Jika melakukan kunjungan ke daerah hendaknya tidak bermalam ke hotel, tapi di rumah kiai, di pondok pesantren atau di rumah pengurus-pengurus partai, apakah wilayah, cabang atau anak cabang," tegasnya.
(Stefanus Yugo Hindarto)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.