tragedi sukhoi

Merasa Disudutkan 2 Stasiun TV, Demokrat Ngadu ke KPI

Ray Jordan - Okezone
Kamis, 23 Februari 2012 17:08 wib

JAKARTA- Fungsionaris Partai Demokrat mendatangi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk mengadukan beberapa media yang dianggap memberikan pemberitaaan yang kerap menyudutkan Partai Demokrat.

"Setelah meneliti dan mengamati dengan seksama, maka ada kecenderungan tendensi di dalam pemberitaan yang berkaitan dengan Partai Demokrat," ujar Ferry Yuliantoro, wakil sekretaris pemenangan pemilihan umum Partai Demokrat di Gedung KPI, Jakarta, Kamis (23/2/2012).

Ferry mengatakan, pemberitaan tersebut sangat dipengaruhi oleh kepentingan politik dari pemilik media tersebut. "Itu sangat dipengaruhi kepentingan politik dari pemilik media tertentu, TV One dan Metro TV. Ini baru dapat kami ungkap setelah bertemu KPI," tegasnya.

Oleh karenaanya, dia menegaskan bahwa jika hal ini berlanjut dan tidak diawasi dengan tegas oleh KPI, maka akan berdampak buruk pada demokratisasi negeri ini.

"Ada kesepahaman mengenai konten, dari sisi jurnalistik maupun framing yang menguatkan itu. Kami menyampaikan keberatan kami ke KPI soal aturan kepemilikan ini agar tidak dikuasai pemilik yang berlatar belakang politik. Akan punya dampak yang kurang baik terhadap media dan demokratisasi. Apabila kepemilikan tidak diatur dengan kuat dan tegas oleh KPI," imbuhnya.

Ferry meminta kepada KPI agar bertindak tegas dan memediasi kedua belah pihak untuk berembug. "Caranya dengan judicial review UU Penyiaran. Di akhir pertemuan kami meminta sikap KPI terhadap pengaturan. Dan KPI memberikan alternatif. Caranya dengan mediasi antarpihak. Yakni antara media tersebut dengan kami. Kami sepakat untuk memperjuangkan bersama-sama untuk revisi UU yang sedang digodok di DPR," jelasnya.
(ugo)

  • intro » 0 Tanggapan
    Hasil pengamatan setiap menjelang Pilkada atau Pemilu, media cetak, elektronik ataupun media on-line sering juga dipakai sebagai alat kampanye murahan. Pemberitaan hasil survey yg dilakukan internal partai akan menjadi sebuah headline berita. Termasuk "kemajuan atau kesuksesan" seorang menteri atau BUMN dan sebaliknya dapat juga dipakai utk meredam kelemahannya alias tdk diberitakan. Kita juga hrs menghargai partai2 besar PDIP dan Golkar yg selalu berhasil keluar dari masalah atau konflik internal partai. Introspeksi perlu, coba PD mau melihat kronologis sebuah kasus mis: kasus N ini, sering statemen2 kader partailah yg saling bertentangan dan dpt memancing & meningkatkan keingin tahuannya masyarakat. Untuk ke depan partai2 besar dapat lebih solid dan tenang dlm menghadapi masalah internal partai. Dan kader partai harus militan dlm arti berani bertg jawab, punya loyalitas tinggi, tdk egois & cari muka, tahu posisinya dlm struktur partai dan yg penting jelas grs komandonya serta punya SOP. Menyalahkan pihak lain tanpa pernah introspeksi akan membuat kita terlena atas "kehebatan" kita yg semu. Rakyat sekarang ini sudah pintar dan tetap hormat pada pemimpin serta wakil2nya di DPR itu.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Dian herlambang » 0 Tanggapan
    gitu saja kok repot, mikirin orang yang ga penting. ngoceh terus untuk kepentingan kelompok, lihat tu rakyat kelaparan
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ryan » 2 Tanggapan
    DEMOKRAT takut di telanajngi di depan publik semua kesalahnya,,, ayoo bung jadilah partai yg kesatria..
    • ali baba
      knp sewot den eko? nonton aja deh tv nya atau ganti channel lain...
    • EKO KEBUMEN
      tvONE DAN Metro TV adalah TV paling busuk di negeri yang kucintai ini busuknya kenapa kalau TVone berani memberitakan tentang lumpur lapindo baru itu namanya TV kalau cara Metro memberitakan pemerintah dengan cara seperti itu saya yakin nanti kau kena azabnya pemerintah juga kerja ngga tidur lo apa yang punya metro tv bisa bayar karyawan papandayan juga g ngaca lo tV busuk
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.