BANTAENG - Penculikan anak disertai kekerasan kembali terjadi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Seorang bocah warga Lamalaka Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, berinisial ND hilang dari rumahnya pada Minggu (11/3/2012) dini hari tadi sekira pukul 02.15 Wita.
Ibu korban, Dawati, menuturkan korban tidur bersama bapaknya di ruang tamu sambil menonton televisi. Namun saat dia bangun dini hari tadi, hanya ada bapak korban, Basri.
Dawati yakin anaknya yang masih duduk di bangku kelas 2 SD itu diculik karena pintu rumahnya dalam kondisi terbuka.
Mendengar teriakan Dawati, tetangga korban langsung bangun dan membantu mencari korban. Warga sempat panik, lantaran salah seorang keluarga korban mengamuk lantaran ND tidak juga ditemukan.
“Saya pulang ke rumah sekira pukul 01.30 Wita. Saya lihat pintu rumah terbuka, dan bapaknya tidur. Saya pikir mungkin bapaknya kepanasan jadi sengaja membuka pintu,” ungkap paman korban, Sarif.
Keluarga langsung melaporkan kasus ini ke polisi. Korban baru ditemukan sekira satu kilometer dari rumah atau di sekitar Pantai Lamalaka. Sempat terjadi pengejaran terhadap tiga pria yang dicurigai menculik ND. Mereka langsung digiring ke Mapolres Bantaeng untuk dimintai keterangan. Hingga siang ini belum diketahui apakah tiga pria tersebut terlibat.
Sementara korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Anwar Makkatutu, Bantaeng, untuk mendapat perawatan intensif. Menurut ND, saat dirinya terbangun, dia sudah berada bersama pelaku.
“Dia (pelaku) bilang ada pencuri di rumahku, jadi saya dibawa. Setelah itu saya dibawa ke perahu, dan dia menggayung perahu. Dia bilang kalau saya tidak mau diperkosa, maka leher saya akan dipotong, dan dibawa ke Makassar untuk dijual,” tutur ND.
Dia menambahkan ciri-ciri pelaku tinggi dan berkumis. Namun dia juga sempat tak sadarkan diri hingga ditemukan di sekitar Pantai Lamalaka.
Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Bantaeng Aiptu Rusdi Syam mengatakan hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan.
Sekadar diketahui, kasus penculikan anak disertai kekerasan sudah enam kali terjadi di Kabupaten Bantaeng dengan modus yang sama. Rata-rata korban yang berusia di bawah 10 tahun dilukai alat vitalnya. Kesamaan lain, pelaku memilih korban anak-anak yang tinggal di tepi pantai.
Sementara, polisi hingga saat ini belum bisa memastikan motif penculikan disertai kekerasan ini.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.