Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tim Gabungan Buru Pembunuh 3 Gajah di Riau

Banda Haruddin Tanjung , Jurnalis-Minggu, 11 Maret 2012 |20:06 WIB
Tim Gabungan Buru Pembunuh 3 Gajah di Riau
Ilustrasi (Foto: Koran SI)
A
A
A

PEKANBARU - Tiga gajah Sumatera di Kabupaten Pelalawan, Riau, diduga kuat mati diracun oleh kawanan pemburu liar. Tim gabungan saat ini sedang mengusut siapa pelakunya.

Tim berasal dari petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Polres Pelalawan, tim Tanaman Nasional Teso Nilo (TNTN), dibantu World Wildlife Fund (WWF).

“Dari kita ada empat personel yang sudah kita terjunkan untuk khusus menyelidiki kasus ini. BKSDA juga bekerja sama dengan polisi agar kasus ini cepar terungkap.” kata Kepala Bidang Wilayah I BKSDA Riau, Polmer, kepada okezone, Minggu (11/3/2011).

Sementara itu, berdasarkan hasil pengamatan WWF, kawanan gajah mati secara bersamaan diduga kuat akibat racun. Karena hanya manusia yang menjadi ancaman berbahaya bagi kelangsungan habitat gajah yang kini hampir punah.

“Konflik antara manusia akan terus terjadi selagi pemerintah tidak bisa mencarikan solusi untuk tempat gajah dari ancaman manusia. Di Riau, konflik keduanya sangat tinggi,” kata Juru Bicara WWF Riau, Syamsidar, secara terpisah.

Dari catatan WWF, dari 12 kantong gajah yang ada, tiga di antaranya telah sirna. Kantong gajah itu yakni Rambah Hilir, Kuntu, dan Siabu yang terletak di Kabupaten Rokan Hulu.

Sementara saat ini juga satru kantong gajah yakni Suakan Marga Satwa juga semikin kritis.

“Dengan hilangnya kantong gajah, otomatis hilang juga kawanan satwa gajah di sana. Ini terjadi akibat rakus manusia yang tidak mau berbagi dengan makhluk hidup lainya. Tempat hidup gajah hampir semuanya dirambah dijadikan kebun dan perumahan. Sehingga konflik tidak terhindarkan,” sebutnya.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement