PALU - Tawuran pelajar kembali terjadi di Kota Palu, Sulawesi Tengah, siang tadi. Tawuran kali ini tidak melibatkan warga dari dua kampung, mahasiswa, atau pelajar sekolah menengah, melainkan siswa sekolah dasar (SD).
Puluhan murid SD dari dua sekolah berbeda terlibat tawuran di taman Gedung Olahraga (Gor) di Jalan Muhammad Hatta, Jumat (20/4/2012) siang. Siswa dari dua desa saling serang menggunakan kayu dan bambu.
Tidak hanya pria, para siswi juga ikut saling kejar sehingga suasana taman Gor pun menjadi ramai. Ironisnya, tak satu pun polisi yang datang melerai meski lokasi tawuran berada di depan kantor Mapolres Palu. Para siswa baru berhenti tawuran setelah sejumlah wartawan turun meliput.
Para siswa langsung berhamburan dan melarikan diri karena menduga wartawan adalah polisi.
Sekuriti salah satu SD ikut turun tangan dan mengamankan murid-murid sekolahnya yang ikut tawuran.
Pihak sekolah membenarkan puluhan muridnya terlibat tawuran. Wakil kepala sekolah mengatakan tawuran terjadi di luar pengawasan guru karena terjadi di luar jam sekolah. Tawuran sudah terjadi dua kali.
“Ini jelas masalah serius, kami setiap jam sekolah ada pembinaan, tapi kalau sudah di luar jam sekolah begini susah. Harapan kami, setiap anak yang selesai harusnya dijemput orangtua,” kata wakil kepala sekolah.
Menurutnya, setiap pekan, pihak sekolah sudah memberikan pendidikan karakter. Dengan kasus ini, dia berjanji akan memperketat pengawasan.
“Minimal kita buat bagaimana anak-anak sadar, jangan sampai terlibat perkelahian pelajar dan sebagainya. Kami akan undang orangtuanya,” ucapnya.
(Anton Suhartono)