JAKARTA – Banyak hal yang harus ditiru dari spirit perjuangan sosok RA Kartini seperti kepekaan, keprihatinan dan ketulusannya dalam memperjuangkan kesetaraan dalam berbagai aspek. Terlebih perjuangan Kartini dalam menghujat penjajahan kolonial serta penjajahan pribumi yang dia sebut sebagai lintah atau penghisab pribumi.
Demikian disampaikan oleh Ketua Korp PMII Putri (Kopri) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Irma Muthoharoh. Menurut dia sepatutnya, bangsa Indonesia meniru perjuangan Kartini yang tidak mengenal jenis kelamin.
“Selayaknya kita bisa mengambil spirit dari sosok Kartini, Kepekaan, keprihatinan dan ketulusannya dalam Perjuangan,” kata dia kepada okezone, Jumat (20/4/2012) malam.
Bagi dia, tak ada alasan untuk perempuan tidak maju. Apalagi lanjut dia, dengan berkembangnya demokrasi dan di era globalisasi, perempuan memiliki peluang yang sama untuk berkarya di ruang publik.
“Kini kran demokrasi dan globalisasi yang dihadapi bangsa Indonesia membuka peluang perempuan dalam ruang publik. Tak ada alasan perempuan tidak maju,” jelasnya.
Oleh sebab itu, membangun kapasitas perempuan yang lebih baik menjadi tanggung jawab semua elemen bangsa terlebih pemerintah. Dia berharap perempuan bisa menjadi pemimpin disegala lini.
“Selain masih melekatnya budaya patriarki, membangun kapasitas para perempuan menjadi tanggung jawab bersama baik pemerintah maupun masyarakat. Perempuan harus menjadi memimpin diberbagi sektor. Saat perempuan berdaulat untuk Indonesia,” tandasnya.
(Misbahol Munir)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.