Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

"Jadikan Hari Kartini Sebagai Api Semangat Membangun Bangsa"

Misbahol Munir , Jurnalis-Sabtu, 21 April 2012 |08:45 WIB
Ilustrasi (Ist)
A
A
A

JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari, menilai sosok Raden Ajeng Kartini sebagai inspirasi perempuan feminis nasionalis. Menurut dia, Kartini tidak hanya menuding persoalan besar yang menghambat kemajuan perempuan tapi menyuguhkan solusi agar perempuan terbebas dari problem struktural.

“Kartini bagi saya adalah inspirasi perempuan feminis nasionalis. Dia menuding permasalahan besar (kebodohan, patriarki, kemiskinan dan kolonialisme) yang menghambat hak-hak perempuan. Penyelesaiannya konkrit, minterin perempuan sambil menyoal problem-problem struktural global. Sehingga isu-isu kebangsaan atau nasionalisme menjadi frame perjuangan sekaligus cara dia memposisikan isu perempuan,” kata Eva kepada okezone, Sabtu (21/4/2012).

Artinya, kata dia, kemajuan perempuan merupakan syarat dari kemajuan bangsa sehingga Kartini pikirannya melompat seabad ke depan karena akhirnya semua paham bahwa yang diperjuangan adalah isu Hak Asasi Manusi (HAM) perempuan yang setara dengan HAM laki-laki.

“Jangan lupa, Bung Karno amat mengagumi dan mengidolakan Kartini sehingga dia yang mengangkat Kartini sebagai pahlawan bangsa,” imbuhnya.

Anggota Komisi III DPR RI yang terkenal kritis dan vokal ini merasa kecewa dengan perayaan Hari Kartini selama ini. Pasalnya, kata dia peringatan ini hanya sebatas mitos dan simbol saja dan tidak menyentuh persoalan substansial sebagaimana yang diperjuangankan Kartini.

“Meski demikian, saya kecewa kalau mengenang atau memperingati Hari Kartini hanya sampai pada mitos dan simboliknya saja, misalnya berkain kebaya (lomba-lomba masak, kontes ayu) tapi tidak menyoal substansi apalagi tidak meneruskan perjuangannya yang berkepribadian Indonesia itu,” jelasnya.

Jika demikian adanya, maka Hari Kartini layaknya abu yang hanya dikenang tapi tak bisa menyulut semangat melawan hambatan kemajuan bangsa dari penjajahan imperialisme modern.

“Ibaratnya, kita hanya dapat abunya bukan apinya. Jadi justru peringatan Hari Kartini untuk memperbesar api tersebut, sehingga membakar gugatan Kartini sebagai hambatan kemajuan bangsa dari penjajahan imperialisme modern sekaligus melakukan pendidikan penyadaran bagi perempuan akan nilai kemanusiannya yang setara dengan laki-laki,” pungkasnya.

(Misbahol Munir)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement