Anis Hidayah (Foto: Runi S/okezone)
JAKARTA - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kerap disebut sebagai pahlawan devisa bagi negara. Bagaimana tidak, ratusan miliar rupiah tiap tahunnya dihasilkan dari para TKI yang tersebar di berbagai negara.
Namun, label sebagai pahlawan devisa dirasa tidak cukup. Banyaknya persoalan TKI hingga kini tak pernah tuntas dilakukan pemerintah dan terkoordinasi dengan baik. Bahkan mirisnya, para TKI harus berakhir dengan kematian saat bekerja di negara yang dituju.
Direktur Migrant Care Anis Hidayah membeberkan secara berturut-turut TKI yang bekerja di Malaysia pada bulan Maret ditembak oleh Kepolisian Malaysia.
"9 Maret 2005 ada empat orang asal Ternate, 16 Maret 2010 ada tiga orang warga Sampang ditembak di Danau Putri Malaysia dan sekarang di bulan Maret ada tiga juga," ujar Anis dalam diskusi Polemik Sindo Radio bertajuk 'Mengurus TKI Setengah Hati' di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (28/4/2012).
Kendati terus terjadi di bulan Maret, Anis menyatakan hal itu sebagai sesuatu yang secara kebetulan. Namun, lanjutnya, bukan hal itu yang penting. Baginya yang terpenting adalah pemerintah segera menyelesaikan persoalan para TKI tersebut, khususnya proses hukum yang harus ditegakan.
"Sampai saat ini tidak jelas proses hukumnya," tuturnya.
Selain itu, sambung Anis, perlu adanya evaluasi hubungan diplomatik antara Indonesia dan Malaysia. "Hubungan harus dievaluasi. Tidak boleh tidak," katanya.
Menanggapi hal itu, Juru Bicara Kementrian Luar Negeri Michele Tene menegaskan, proses hukum kepada para TKI tersebut sudah dijalani.
"Mudah-mudahan akan ada proses keadilan untuk melihat investigasi. Itu terus bergulir. Itu untuk kasus TKI yang tahun 2010," tuturnya.
(lam)
getting time ...
Kamis, 23 Mei 2013 03:06 WIB
Kamis, 23 Mei 2013 02:33 WIB
Kamis, 23 Mei 2013 01:22 WIB