JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Tubagus Hasanuddin menggugat rencana pembelian tiga buah kapal Light Fregat dari Angkatan Laut (AL) Kesultanan Brunei Darusalam yang seharga 301 juta Euro. Kapal tersebut sudah tujuh tahun dipesan AL Kesultanan Brunei ke Inggis. Namun, karena tidak sesuai dengan pesanan awal, mereka membatalkannya.
“Rencana pembelian 3 buah kapal Light Fregat dari Angkatan Laut Kesultanan Brunei Darusalam seharga 301 juta Euro, patut dipertanyakan. Jenis kapal yang akan dibeli tersebut merupakan produk Inggris yang dipesan Kesultanan Brunai tujuh tahun yang lalu, kapal tersebut sekarang sudah jadi, tapi kemudian Brunei membatalkannya karena spekteknya tidak sesuai permintaan Angkatan Laut Kesultana Brunei ,” ungkap Tubagus melalui pesan singkatnya kepada Okezone, Rabu (2/5/2012).
Sementara, kata politikus PDI Perjuangan itu, Brunei tidak bisa membatalkan dengan sepihak karena kalah di arbitrase internasional. Negara Kerajaan itu tetap harus membayarnya. Brunei pun membarternya dengan jenis kapal Ocean Patrol Vesel milik Jerman, sementara kapal buatan Inggris itu diserahkan ke galangan Lursen Jerman untuk dipasarkan.
“Pertanyaannya mengapa kapal yang gagal tak memenuhi standard spekteknya harus kita beli? jangan-jangan ketika sudah dibeli malah tak bisa dipakai ,” kata dia.
Dia mengakui bahwa kapal perang itu harganya murah. Tapi, bukan lantas karena murah pemerintah menegasikan kekuatan optimal dari sistim kebutuhan persenjataan TNI AL. Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan analisa terhadap ketiga kapal yang rencananya akan diborong oleh pemerintah.
“Komisi I akan meminta tim ahli untuk menganalisa ketiga kapal tersebut, agar setelah dibeli mampu memberikan penguatan optimal pada sistim persenjataan TNI AL,” katanya.
(Insaf Albert Tarigan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.