POLHUKAM

Sekjen Gerindra: Pejabat Publik Kelewatan Lakukan Pencitraan

Minggu, 13 Mei 2012 07:00 wib
Misbahol Munir - Okezone
(Foto: Runi / okezone) (Foto: Runi / okezone)

JAKARTA - Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengkritik para pejabat negara yang dinilai telah kebablasan untuk mencari popularitas demi panggung Pemilu 2014 mendatang. Menurut dia, apa yang dilakukan sudah keluar dari tugas dan wewenang jabatannya. Sehingga dia menilai tindakan tersebut tak lain hanya untuk politik pencitraan.  
 
“Seperti Meneg BUMN Dahlan Iskan dan Ketua MK Mahfud MD. Saya lihat mereka melakukan politik pencitraan dan kerap menggunakan kewenangannya untuk hal itu. Apa yang mereka lakukan kerap tidak seiringan dengan kapasitas dan jabatan mereka,” ungkap Muzani saat dihubungi, Minggu (13/5/2012).
 
Dia mencontohkan tindakan Meneg BUMN, Dahlan Iskan membuka pintu tol lantaran tiadanya penjaga tol sehingga menyebabkan kemacetan yang panjang. “Seharusnya Dahlan dengan kewenangannya sebagai Meneg BUMN mencari terobososan untuk memperbaiki kondisi jalan tol, bukan sekedar membuka pintu tol. Untuk apa kewenangan itu kalau hanya digunakan untuk membuka pintu tol,” imbuhnya.
 
Tak hanya itu, anggota Komisi I DPR RI ini juga mengkritik Dahlan dengan aksinya naik KRL. Menurut dia, Dahlan seharusnya membenahi PT Kereta Api dengan kewenangan yang dimilikinya bukan hanya sekedar menebar aksi pencitraan.
 
“Kebijakan dia di PLN juga seperti itu. PLN saat ini berpotensi mengalami kerugian puluhan triliun rupiah akibat kebijakannya saat menjadi dirut PLN.Ada lebih 30 BUMN saat ini dan hanya 12 BUMN yang memberikan keuntungan. Seharusnya dia membenahi BUMN ini agar sehat semuanya sehingga bisa memberikan deviden yang dikembalikan kepada rakyat untuk memberikan berbagai macam subsidi dan sebagainya,” kata dia.
 
Selain Dahlan, dia juga mengkritik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md. Katanya, seharusnya Mahfud harus lebih banyak diam dan tidak usah banyak bicara. Sikap Mahfud yang seringkali berkomentar terkait kasus yang ditanganinya dinilai telah melanggar etika peradilan.
 
“Tindakan pejabat yang seperti ini tentunya berlebihan, mempertontonkan seakan keberpihakannya.Menggunakan kewenangan tidak proporsional, lebay lah. Keputusan mereka yang harus bicara, bukan dengan langkah yang aneh-aneh. Seperti Mahfud sebagai hakim dia tidak boleh bicara banyak. Saat ini semua dikomentari sendiri, kasus masih berjalan, kasus sudah diputuskan dan hal-hal lain yang seharusnya tidak perlu dia komentari, seakan kebenaran milik dia saja,” tandas Muzani.
(Munir)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
  • ahong » 0 Tanggapan
    O hooo...kacian deh lo a.muzani...loe ga bisa apa2...loe bisa makan cuma dari duit rakyat aja..p.dahlan tu konglomerat bro...ga butuh pencitraan kayak elo..mo jd dpr ngemis suara rakya, udah jd hbis2in duit rakyat, ga lama dikutuk jadi kodok loe ma rakyat...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • njr » 0 Tanggapan
    Wooii...sekjen grinda merangkap anggota DPR alias "Dapur Pengkhianatan Rakyat", orang sirik kayak kamu tanda tak mampu... Urus DAPUR-mu yg kotor dan menjijikan itu, smua RAKYAT INDONESIA juga suka dgn gaya pejabat macam Pak DaIs, lbih bnyak brtindak dr pd ngemeng terus kya lho...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • wedus » 0 Tanggapan
    jadi tukang parkir aja deh jgn jadi wakil rakyat jenuh dan teramat membosankan denger komentar beginian berusaha ngelawak tapi ga lucu ga pernah ngaca lagi ,bisanya foto prangas pringis tok terakhire korupsi djan bgt wadehe
    Beri Tanggapan Laporkan
  • agam » 0 Tanggapan
    seharusnya parpol yg mesti ngaca diri,jgn hanya bikin sensasi disaat pemilu dan saat duduk jd dewan hanya cari muka disaat masyarakat udah jenuh baru reaksi,,msyrkt diam parpol sibuk dgn urusan duit mulu...pak dahlan iskan sosok yg bekerja dgn ikhlas jd bkn pencitraan seperti PARTAI POLITIK.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • wisnu » 0 Tanggapan
    ahh..ngemeng ja lo..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • kerangalam » 0 Tanggapan
    ...SAYA KIRA LEBIH BIJAK MENGOMENTARI DIRI SENDIRI APA-2 YANG TELAH DIPERBUAT UNTUK KEMASLAHATAN RAKYAT INDONESIA..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • EKO HARIYANTO » 0 Tanggapan
    aku jd rakyat jd pusinggggg, yg ini ngomong begini yg itu ngomong begitu. yg ini bertindak begini dikomentari begitu, yg itu bertindak begitu dikomentari begini. capek deh. tp sejauh ini p dahlan dan p makhfud md, gk pernah kedengaran tuh ikutan korupsi. malah mrk penentang berat korupsi. itu yg aku tahu. sedang yg tukang komentar tp korupsi jg, ngomong apa lagi......... silakan koar-koar apapun deh, sy sbg rakyat sdh muak, kalo mau ya dengerin and komentarin kalo gak mau ya diam sj deh. jd rakyat yg baik, he he
    Beri Tanggapan Laporkan
  • rf » 0 Tanggapan
    Beginilah sikap anggota DPR yg selalu melihat sesuatu dari kcmata politik dan kepentingan partainya, bukannya membuktikan bagaimana kerja DPR sebagai wakil rakyat ygbenar2 memperjuangkan nasib rakyat...!!!! suuzonnnn teruss...kapan mau maju??!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • asti » 0 Tanggapan
    DPR bisanya cuma mengkritik, yg korupsi tuh di kritik. Benahi DPR gudangnya koruptor kerjanya cuma bgabisin uang rakyat!!!!....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • asti » 0 Tanggapan
    DPR bisanya cuma mengkritik, yg korupsi tuh di kritik. Benahi DPR gudangnya koruptor kerjanya cuma bgabisin uang rakyat!!!!....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • eka .S » 0 Tanggapan
    Ahmad musani trlalu ketakutan , thun 2013 dahlan iskan akan tmbh populer dan akan mengalahkan capres gerindra
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.

getting time ...

 
Berita
Terpopuler
Komentar Terbanyak
BACA JUGA »