JAKARTA - Pengamat politik Universitas Indonesia Adrinof Chaniago
menyebut rotasi yang dilakukan kepada kadernya ditujukan kepada kader yang hanya merepotkan partai dalam masalah komunikasi.
Namun, ada yang aneh ketika Marzuki Alie tidak ikut dirotasi. Dia termasuk anggota Demokrat yang kerap melontarkan komentar “nyeleneh”.
“Marzuki sulit karena Ketua DPR. Mungkin dalam hal tertentu dia bermasalah, tapi tidak dianggap terlalu berat. Dia yang termasuk bermasalah dalam pernyataan-pernyataannya dan itu merepotkan partai. Tapi karena posisi, dan sisi positif masih banyak, masih ditimbang-timbang,” katanya saat berbincang dengan Okezone, Kamis (24/5/2012).
Dikatakan Adrinof, yang dibutuhkan Partai Demokrat saat ini ialah keberadaan kader yang loyal dan yang mampu memperlancar informasi dari Cikeas. Selain itu, dia juga harus mampu mengendalikan diri dalam menyampaikan pendapat yang berpotensi menimbulkan polemik.
“Coba perhatikan, orang yang diganti itu ada masalah tentang perbedaan pandangan partai ke publik. Yang dibutuhkan sekarang adalah yang konsisten dan tidak menyusahkan dan tidak merepotkan partai itu yang dipercaya partai,” kata dia.
Partai Demokrat, lanjut dia, membutuhkan kader vocal, namun masih sepaham dengan keinginan partai.
“Sering teriak tapi terkendali, tahu apa yang diperlukan partai tidak membuat repot partai. Orang seperti Ruhut, Soetan, Pasek, Ramadhan, orang seperti itu tentu akan naik,” tambahnya.
(Carolina Christina)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.