Warga Sulsel Sumbang Sejuta Bata untuk KPK

|

Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

Warga Sulsel Sumbang Sejuta Bata untuk KPK

MAKASSAR – Penolakan pembangunan gedung baru Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), memicu sejumlah aksi dukungan dari masyarakat. Berbagai cara dukungan dilakukan, seperti gerakan koin peduli KPK.

Di kota asal Ketua KPK, Abraham Samad, aksi dukungan serupa mulai mengemuka. Salah satunya gerakan “Sejuta Batu Bata Untuk KPK” yang digalang oleh enam elemen organisasi di Makassar. Aksi dukungan ini digalang oleh Gerakan Peduli Rakyat Sulsel, LSM Fosil, Badko HMI Bidang Hukum & HAM, PMII, GMNI, PPI.

“Aksi ini merupakan bentuk kepedulian kami agar KPK bisa maksimal dalam bekerja. Tugas KPK tak mudah yakni memutus mata rantai korupsi di Indonesia. Kalau bukan kita yang mendukung, maka siapa lagi,” kata Anwar La Sapa, Koordinator Gerakan Peduli Rakyat Sulsel di Warkop Dg Anas, Jumat (29/6/2012).

Menurut Anwar, kinerja KPK dalam memberantas korupsi perlu ditunjang oleh fasilitas yang memadai. Pembangunan atau renovasi gedung KPK, kata Anwar, memang dianggap perlu karena saat ini gedung yang saat ini ditempati sudah over capasity. Anwar menilai, sangat aneh jika ada pihak yang tidak menyetujui permintaan kucuran dana untuk gedung baru KPK yang sudah over capasity.

 

“Kalau DPR tidak setuju, maka itu memperjelas tidak adanya komitmen politik dari para legislator untuk memberantas korupsi. Gerakan kami ini juga untuk menyindir pihak yang tidak setuju,” ujar Anwar.

Rencananya aksi sejuta bata ini akan terus dilakukan hingga dianggap cukup memberi kontribusi terhadap KPK. Secara teknis, ujar Anwar, sejuta bata ini bukan hanya sebatas simbolis saja. Usai terkumpul cukup banyak, bata itu akan diuangkan dan ditransfer ke rekening untuk pembangunan gedung KPK. “Kami juga siap menghimpun donasi bata dari warga. Tak hanya itu, beberapa kampus atau universitas juga akan kami ajak,” tandasnya.

Meski disebut-sebut bahwa DPR RI sudah setuju pengucuran anggaran gedung baru KPK, namun Anwar mengaku tak akan menghentikan aksi dukungannya. “Sampai sekarang kan juga belum jelas, apakah dananya ada atau tidak. Jadi kami masyarakat siap bergerak. Apalagi Pak Abraham kan orang Sulsel juga,” pungkas Anwar.

Sementara itu, menurut Ketua gerakan Mahasiswa Nasional, Sofyan, tujuan pengumpulan batu bata sebagai simbol lemahnya pemikiran DPR RI soal penanganan dan pemberantasan korupsi.

"Kami mendesak DPR agar menyetujui pencairan anggaran untuk pembangunan gedung baru KPK. Ini menyangkut kinerja KPK di masa mendatang. Apabila tidak itu bisa memperlemah kinerja KPK,” tandasnya.

Sekadar diketahui, kantor KPK KPK saat ini memang sudah over kapasitas. Gedung yang terletak di Kuningan, Jakarta Selatan, ini tak lagi cukup menampung 904 pegawainya. KPK kemudian menyebar pegawainya untuk bekerja terpisah. Sekitar 111 pegawai di Gedung Uppindo sementara 93 pegawai lainnya bekerja Gedung BUMN yang dipinjamkan ke KPK.

KPK kemudian meminta anggaran untuk pembangunan gedung sejak Juni 2008 lalu. Namun niatan itu terkerndala oleh DPR RI yang masih belum menyetujui pengucuran dana pembangunan.

(put)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ketika Superhero Menggalang Dana untuk Korban Longsor