Dahlan Iskan Jadi Perhatian Warga Saat Dampingi SBY

|

Dahlan Iskan foto bareng dengan warga (Dok: Sindo TV/Dion Umbu)

Dahlan Iskan Jadi Perhatian Warga Saat Dampingi SBY

WAINGAPU - Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan kembali menjadi perhatian. Saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau ternak sapi di Desa Maubokul, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Dahlan sempat memisahkan diri dengan rombongan Presiden.

Ketika iring-iringan rombongan Presiden SBY berlalu, Dahlan masih asyik bercanda dengan warga dan memenuhi permintaan untuk foto bersama. Tak hanya itu, dia mencari dan memilih sendiri mobil yang akan ditumpanginya.

“Biar ini saja, saya nyetir sendiri Pak. Biar saya bisa merasakan lebih dekat dengan pesona padang sabana Sumba,” ujar Dahlan kepada seorang sopir bernama Ama Mone.

Ama Mone pun mengiyakan permintaan mantan Direktur PLN itu. Dia mengaku kaget saat Dahlan memintanya pindah dari belakang setir. Dahlan yang mengganti posisinya di belakang kemudi.

Ama Mone heran mengapa orang selevel menteri, seperti Dahlan, mau naik mobilnya yang sudah tidak mulus.

Insiden sempat terjadi ketika mobil yang dikendarai Dahlan ditabarak dari belakang oleh salah seorang pejabat salah satu asisten manager PLN setempat.

Sang asisten mengaku tidak mengetahui bahwa di depan kendarannya ada gundukan tanah. Dia sudah mencoba mengrem, namun mobilnya tetap bergerak hingga menabrak mobil Kijang yang dikendarai Dahlan.

Namun, insiden itu tidak membuat Dahlan marah, tapi tetap tersenyum sambil melajukan mobil.

Bukan langsung mengikuti rombongan menteri lainnya menuju penginapan di rumah jabatan bupati setempat, mobil malah diarahkan Dahlan ke Desa Kabaru, Kecamatan Rindi. Lokasi itu berjarak hampir 70 kilometer dari tempat menginap.

“Saya masih mau ke Kabaru, di sana juga banyak kuda Sumba. Saya ingin melihat dan berinteraksi dengan warga di sana. Kali saja saya bisa sekadar berbaring dan beristirahat di sana,” pungkasnya.

(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Anies Didesak Stop Kurikulum 2013