Di Era SBY, Korupsi di Indonesia Makin Marak

Jum'at, 17 Agustus 2012 07:27 wib | K. Yudha Wirakusuma - Okezone

Di Era SBY, Korupsi di Indonesia Makin Marak JAKARTA - Lembaga swadaya masyarakat di bidang pemantauan dan pemberantasan korupsi Indonesian Corruption Watch (ICW) mengatakan saat presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin negeri ini, tingkat korupsi malah meningkat.
 
“Kalau sekarang melihatnya, kepemimpinan SBY yang lembek, korupsi semakin marak. Orang lebih bebas melakukan korupsi. Apalagi saat ini obral remisi terjadi,” kata peneliti muda ICW Apung Widadi saat berbincang dengan Okezone, Kamis (16/8/2012).
 
Melihatnya birokrasi tahun-ketahun semakin marak. DPR menjadi motor korupsi paling banyak. “SBY enggak bisa mengendalikan korupsi,” ucapnya.
 
Pertama seharusnya, lanjut Apung, partai politik melakukan refreksi. “Democrat hancur, karena kadernya korupsi. Saat kemerdekaan ini bisa dijadikan momentum, untuk melakukan reformasi,” ucapnya.
 
Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut korupsi sebagai kejahatan luar biasa yang telah merusak sendi-sendi penopang pembangunan, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

"Pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang seharusnya meningkat pesat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas, menjadi terhambat karena praktik yang tidak terpuji ini," ujar SBY dalam pidato kenegaraan di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).

SBY mengakui bahwa masih banyaknya pelaku tindak pidana korupsi berasal dari jajaran pemerintahan, pemerintah daerah, DPR, DPRD, hingga aparat penegak hukum.

"Dalam bahasa terang dan gamblang pernah saya katakan, tidak boleh terjadi kongkalikong antara pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyat, aparat penegak hukum, dan dunia usaha yang menguras uang negara, baik APBN maupun APBD," ucapnya.
(ydh)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »